Pendahuluan.
Baca 2 Tawarikh 17: 1- 12 !
“Iman adalah mempercayai apa yang tidak kita lihat dan upah dari iman adalah melihat apa yang kita percayai“
(St. Agustinus) – illustrasi: Indiana Jones, The Last Crusade, Remastered
Iman itu harus dinyatakan di dalam perbuatan (Yak. 2: 17- 18)
perbuatan
Iman
Kenyataan
Ada empat hal yang dapat kita pelajarin dari perikop ini:
Baca 2 Taw. 17: 3- 4, dijelaskan bahwa Yosafat bertindak tegas. Ia tidak mau mengikuti jalan yang salah. Ia memutuskan untuk mengikuti jejak Daud, leluhurnya!.
Aplikasi:
Baca Matius 5: 38- 39!
Baca 2 Taw. 17: 4, Yosafat memilih untuk menurut perintah- perintah Tuhan.
Aplikasi:
Roma 10: 17 !
Baca Matius 12: 43- 45:
Kehidupan kekristenan itu diumpamakan seperti banguan sebuah rumah:
Fondasi & Apa yang kita isi didalamnya.
Baca 2 Taw. 17: 6, Yosafat bertekun dalam kepercayaannya, dan dengan tabah hati, ia menghadapi semua tantangan. Karena setiap tantangan dalam hidup kita selalu memaksakan kita untuk melakukan sesuatu yang diluar dari firman Tuhan. Setiap orang yang hidup dengan iman harus menerima kenyataan sebagai suatu tantangan supaya bertumbuh.
Iman selalu bekerja sama dengan kesabaran/ ketabahan.
Kesabaran adalah sebuah factor yang membuat kita tidak menjadi sombong.
Definisi dari kesabaran adalah:
1. Tidak menyerah dengan keadaan yang sulit (tekanan hidup)
· Ingram Shia (Rektor Sekolah Tinggi Teologi Taiwan di Taipei)
· Salah seorang diantara Anda adalah Mesias (Kol. 1: 27)
2. Tidak menyerah sekalipun harus gagal (Ams. 24: 16a)
· Thomas Edison
· Abraham Lincoln
· Winston Churchill
Baca 2 Taw. 17: 7- 9, Yosafat tidak mau hanya beriman kepada Tuhan sendirian saja. Ia tahu bahwa ia mempunyai tugas dan tanggung-jawab yang besar, karena ia seorang raja. Ia membentuk suatu team pelayanan untuk mengadakan suatu program pengajaran firman Tuhan di pel-bagai daerah di wilayah kekuasaannya. Salah satu kerinduan hati Yosafat adalah supaya seluruh rakyatnya menyembah dan mengenal Allah Yehovah. Dengan tindakan Yosafat ini, maka hati seluruh rakyat menjadi berubah. Mereka meninggalkan kepercayaan berhala dan berbalik untuk menyembah Allah Yosafat.
Aplikasi:
Kenapa kita harus memberitakan Injil?
Bukan karena factor ‘kasih’, ‘keadilan’ dan ‘sembahyang’ - melainkan karena factor ‘pengampunan’ (anak yang hilang, Luk. 15 vs. Pangeran Rama dan Puteri Sinta).
Jadi keunikan kekristenan adalah “pengampunan”
Baca Matius 28: 19
Akibat perbuatan iman Yosafat, maka Tuhan melakukan sbb.:
Konklusi:
Ada 3 unsur dasar iman (Ibr. 11: 1)