Hujan Deras Ditengah- tengah Musim Kemarau Yang Panjang
Pendahuluan.
Magic is not miracle.
Salah satu condisi yang Allah sudah tentukan supaya mujizat dapat berlangsung adalah “masalah”. Jadi mujizat selalu berkaitan dengan masalah.
Setiap kali Alkitab berbicara mengenai mujizat, maka selalu berkaitan dengan masalah.
Tanpa masalah maka mujizat tidak hadir.
Baca 1 Raja 18: 41- 45 !
Ada lima (5) langkah supaya kita dapat mengalami mujizat dalam hidup kita:
I. Melihat kepada sesuatu yang belum menjadi kenyataan (vision)
(“Kemudian berkatalah Elia kepada........., sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran”, ayat 41)
Hujan telah tiga setengah tahun tidak turun di negeri Kanaan. Bahkan tidak ada tanda- tanda akan turun hujan pada waktu itu. Tetapi nabi Elia menyuruh raja Ahab untuk segera pulang kembali kerumah karena ia sudah mendengar derau hujan.
Dengan kata lain, sekalipun belum ada tanda- tanda akan turun hujan, nabi Elia percaya bahwa sebentar lagi akan turun hujan. Ia telah melihat kepada sesuatu yang belum menjadi kenyataan. Dan itulah “vision”.
Jadi langkah pertama supaya kita dapat mengalami mujizat adalah kita harus “melihat kepada sesuatu yang belum menjadi kenyataan.” Dengan kata lain kita harus punya “vision”.
Illustrasi:
a. Abraham (Kejadian 13: 14- 15; 15: 1- 6)
What you see is what you get! Kita melihat terlebih dahulu sebelum kita memilikinya (see comes first before possession)
b. Perusahaan sepatu di Amerika mengutus dua orang ke Australia.
c. Yosua & Khaleb (Bil. 13 & 14)
Jadi langkah pertama supaya kita dapat mengalami mujizat adalah kita harus “melihat kepada sesuatu yang belum menjadi kenyataan.” Dengan kata lain, kita harus punya “visi”.
II. Berdoa
(“Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya” ayat 42)
Jadi setelah Ahab pulang untuk makan dan minum, nabi Elia naik ke puncak gunung Karmel. Disana ia membungkuk ke tanah dengan mukanya diantara kedua lututnya. Hal ini berbicara mengenai ‘doa’.
Baca Yeremia 33: 3, “Berserulah kepadaKu, maka Aku akan menjawab engkau dan akan menunjukkan kepadamu hal-hal yang besar dan yang luar biasa (tidak terpahami) yakni yang tidak kau ketahui.”
Baca Efesus 3: 20!
Jadi doa merupakan pintu masuk kepada supra natural power. Tanpa doa mujizat tidak pernah terjadi.
Jadi langkah kedua supaya kita dapat mengalami mujizat adalah kita harus “berdoa”.
Ada dua hal supaya doa kita terjawab:
a. Doa yang lahir dari iman (Yak. 5: 15)
b. Doa orang yang benar (Yak. 5: 16)
illustrasi: Dr. David Yonggi Cho (berdoa bagi Samuel, anak lakinya, yang sudah mati kemudian bangkit kembali)
III. Tidak gampang menyerah (ketekunan)
(“Demikianlah sampai tujuh kali”, ayat 43)
Salah satu kunci supaya dapat mengalami mujizat dalam hidup kita adalah memiliki karakter yang ”tidak gampang menyerah”.
Amsal Soleman mengatakan, “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali” (Ams. 24: 16a).
Hal ini berbicara mengenai orang percaya yang tidak pernah menyerah.
Iman selalu bekerja sama dengan kesabaran atau ketekunan!
Illustrasi:
Burung rajawali adalah burung yang memiliki kesabaran.
Selain burung ini dikenal dengan keperkasaannya, terbang dengan ketinggian 25.000 kaki diudara, gerakannya yang cepat dan kedua matanya yang sangat tajam, ia juga dikenal sebagai jenis burung yang paling ‘sabar’.
Hal ini disebabkan karena ia sering gagal didalam memburu mangsanya. Jadi sering sekali burung ini berada di udara, kadang- kadang selama berjam- jam, untuk mengamati mangsanya.
· Perjalanan karier dari Abraham Lincoln sebelum menjabat sebagai presiden USA.
· Perjalanan karier Thomas Edison.
· Pada waktu perang dunia kedua sedang bergejolak, Winston Churchill diundang untuk memberikan ceramah kepada ribuan mahasiswa. Pada waktu itu ceramahnya cukup singkat, dengan tiga kalimat yang sebanyak tiga kali diulang, “Never give up”, “Never give up”, “Never ever give up...young generation.”
Jadi hal yang ketiga supaya kita dapat mengalami mujizat adalah kita harus “tekun”.
IV. Mulai dari hal yang kecil / sederhana
(“Pada ketujuh kalinya berkatalah bujangnya...............:”Wah awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut..... Maka dalam sekecap mata.....” , ayat 44 - 45)
Miracle is not magic, but multiplication. Kata mujizat itu selalu dihubungkan dengan kelipatan.
Baca 2 Raja 4: 1- 7!
Nabi Elisa tidak meminta sesuatu yang tidak dimiliki oleh janda miskin ini. Tetapi ia bertanya dengan sesuatu yang masih dimiliki oleh janda miskin ini, (‘Beritahu kepadaku apa- apa yang kau punya dirumah’ , ay. 2a).
Kita yakin nabi Elisa merasa surprise, ketika janda miskin ini mengatakan, “Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli- buli berisi minyak” (ay. 2b).
· Tetapi nabi Elisa percaya bahwa mujizat dapat di mulai dengan hanya melalui minyak itu. What do you have in your house?
· Ketika Yesus memberi maka lima ribu orang lelaki, ditanganNya hanya lima potong roti kering dan dua ekor ikan kecil (sardencis). What do you have in your midst ?
· Ketika Musa meminta tanda bukti bagi orang Israel bahwa Tuhan telah menampakkan diri kepadanya dan berbicara kepadanya, maka Tuhan menunjukkan tongkat yang ada ditangan Musa. Dengan tongkat tersebut Musa membawa orang Israel keluar dari negeri Mesir. Tongkat tersebut dipakai Musa untuk membuat tanda- tanda mujizat.
What do you have in your hand?
· Ketika bujang Elia telah melihat awan yang sebesar telapak tangan itu dan dalam sekecap mata awan tersebut menjadi awan badai.
Jadi supaya kita dapat mengalami mujizat maka kita harus mulai dari apa yang ada pada diri kita.
Semua ini berbicara mengenai potensi yang telah Tuhan berikan/ percayakan kepada kita. Sekalipun potensi yang kita miliki itu kelihatannya kecil atau tidak berarti, tetapi Tuhan dapat memakainya untuk sesuatu yang besar.
Illustrasi:
· Edmund McIlhenny
Jadi hal yang keempat supaya kita dapat mengalami mujizat adalah kita harus “memulai dari hal yang kecil.
V. Iman membutuhkan tindakan
(“Lalu kata Elia, ‘Pergilah, katakan kepada Ahab:”, ayat 44)
Baca 2 Raja 4: 3!
(“Lalu berkatalah Elisa:”Pergilah, mintalah bejana- bejana dari luar,.......”)
Jadi kata yang sama, yang dikatakan oleh nabi Elia dan juga nabi Elisa yaitu, “Pergilah”.
Untuk supaya minyak didalam sebuah buli- buli tersebut menjadi banyak maka si janda miskin ini harus pergi keluar kepada tetangga- tetangganya untuk meminta botol- botol kosong.
Jadi mujizat dapat berlangsung dalam kehidupan seseorang apabila ia berani bertindak dengan iman.
Iman tanpa disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati (Yak.2: 17, 22).
Jadi hal yang kelima supaya kita dapat mengalami mujizat adalah kita harus “bertindak dengan iman”.
illustrasi: Renovasi gereja!
Konklusi: