HIDUP SESUAI POHON KEHIDUPAN
Pendahuluan:
Seorang revolusioner India bercerita:
Ketika dia muda selalu berdoa: ’Tuhan berilah saya tenaga untuk merubah dunia!’
Ketika dia berusia ½ abad, dia sadar bahwa belum ada satu orangpun yang dia rubah hidupnya. Lalu dia mengubah doanya: ’Tuhan beri aku rahmat untuk merubah hubungan saya dengan orang yang dekat, yakni keluarga dan sahabat saya!’. Setelah dia tua dan hampir berakhir hidupnya, dia mulai melihat betapa bodohnya dia. Maka doanya sekarang adalah: ’Tuhan berilah aku rahmat untuk mengubah diriku sendiri!’. Dia berkata seandainya doa ini dimulai dari muda, tentu hidupnya tidak akan sia-sia.
Daud, sebagai pemazmur, mengatakan : ’Pujilah Tuhan hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap bathinku……….dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti burung rajawali!’ (Maz. 103:1, 5).
Baru-baru ini dalam suatu seminar dikatakan bahwa orang tidak percaya lebih berhasil menerapkan prinsip Alkitab dari pada orang percaya. Mengapa?
Sebabnya ialah orang percaya terlalu banyak tahu, sehingga setiap kali diajari mereka merasa sudah tahu, tetapi celakanya, mereka tidak pernah menerapkannya dalam hidup, akibatnya angka perceraian sama tingginya diantara orang percaya dan tidak percaya. Bahkan penyelidikan terakhir mengatakan angka perceraian disalah satu denominasi Kristen lebih tinggi dari pada orang tidak percaya.
Salah satu konsekwensi pohon pengetahuan akan yang baik dan yang jahat ialah pengetahuan yang membawa kepada kematian.
Baca Kejadian 2 : 9, 15, 16 & 3 :1- 5 !
Dalam pembacaan ayat diatas kita bisa bagi menjadi 3 bagian:
Ular bertanya kepada Hawa: ’Tentu Tuhan mengatakan semua pohon dalam taman ini tidak boleh dimakan, bukan?’ . Pertanyaannya ‘Did God really say?’, yang selalu mengganggu orang Kristen dan membawa mereka keluar dari rencana Tuhan. Ular atau Setan tidak pernah mengajari orang untuk memberontak secara langsung, tetapi dia mengajari orang untuk berbuat ‘ seperti Tuhan’, matanya terbuka dan tahu akan yang baik dan yang jahat.
Iblis tahu bahwa Hawa mengasihi Tuhan dan rindu menjadi serupa dengan Tuhan, maka dia menjebak Hawa dengan hal mengarah kepada Tuhan, tetapi akibatnya justru memisahkan hubungannya dengan Tuhan, masuk kepada pengetahuan akan yang baik dan yang jahat. Nah, secara lahiriah kelihatan benar tetapi kenyataannya putus hubungan dengan Tuhan.
Contoh:
Pohon pengetahuan akan yang baik dan yang buruk itu mempengaruhi cara kita berpikir, membuat mata terbuka dan menjadi seperti Tuhan.
Pengetahuan membuat kita mempunyai pandangan yang berbeda tentang hal yang sama. Seorang mekanik mobil akan lebih terbuka matanya untuk memperbaiki mesin mobil. Seorang murid kedokteran akan lebih mengenal cara memelihara kesehatan.
Pengetahuan yang seolah-olah hikmat, ternyata membuat Hawa keracunan dan mati.
Orang beragama, akibat pohon pengetahuan akan yang baik dan yang jahat, merasa puas dengan kehidupan kerohanian mereka. Termasuk sebagian besar orang Kristen, merasa puas dan cukup dengan hidup keagamaan mereka, sehingga tidak mempunyai persekutuan atau pengalaman dengan Tuhan, sangat terbukti dengan cara menentukan pilihan atau mengambil keputusan (Baca 2Timotius 3: 5).
Contoh:
Ketidak taatan Adam dan Hawa membuat mereka ‘menyalahkan’ dan ‘menghakimi’ orang lain. Mereka mengatakan keadaan mereka sebagai korban dari perbuatan orang lain, Adam mengatakan bahwa dia menjadi korban karena Hawa, dan Hawa karena Ular.
Contoh:
Yang Tuhan kehendaki ialah kita makan buah pohon kehidupan:
Sebelum Adam dan Hawa memakan buah pohon pengetahuan, mereka hidup dari pohon kehidupan dengan hati yang ‘murni’, yang tidak mengenal perbuatan dosa. Hidup dengan buah pohon kehidupan sebenarnya berbicara mengenai ‘sikap hati’.
Suatu kali Yesus berkata, ’…Sesungguhnya, jika kamu tidak bertobat menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk dalam Kerajaan Sorga, sedangkan barang siapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar di Kerajaan Sorga’ ( Matius 18: 3 - 4).
Juga Yesus berkata bahwa … ’dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau menyediakan puji-pujian’ (Matius 21: 16)
Yesus berkata kepada murid-murid Nya, ‘… janganlah menghalangi anak-anak datang kepadaku, karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga’ (Mat.19: 14).
Hati yang murni seperti anak kecil, hanya diperoleh melalui hubungan yang erat dengan Tuhan, karena urapan Tuhan.
Yesus berkata dalam Yohanes 5: 39- 40:’….kamu menyelidiki kitab suci, sebab kamu menyangka olehNya kamu mempunyai hidup yang kekal,…….namun kamu tidak datang kepadaKu untuk memperoleh hidup itu’.
Tanda yang terpenting dari orang yang hidup dengan pohon kehidupan ialah reaksinya terhadap dosa sendiri dan dosa orang lain.
Untuk ini kita harus menjaga keseimbangan antara tubuh, jiwa dan roh.
Rasul paulus mengatakan kepada jemaat di Galatia , ‘hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan mengikuti keinginan daging’ (Gal. 5:16).
Contoh:
Orang yang baru bertobat biasanya sangat tulus dan murni seperti anak-anak. Tetapi setelah bertahun-tahun dia menjadi Kristen, kalau dia tidak tetap mempertahankan kemurnian hatinya, maka dia akan memakan buah pengetahuan akan yang baik dan jahat.
Perbandingan antara pohon kehidupan dengan pohon pengetahuan akan yang baik dan yang jahat:
Dalam kehidupan ini, kita sering berperilaku seperti seekor kera yang melompat mondar mandir dari pohon kehidupan kepada pohon pengetahuan akan yang baik dan yang jahat dan sebaliknya.
|
Pohon kehidupan |
Pohon pengetahuan akan yang baik dan yang jahat |
|||||||||||||
|
Orang yang hidup dari pohon kehidupan, tidak berarti menolak pengetahuan akan yang baik dan jahat, tetapi pengetahuan yang berasal dari hikmat Tuhan itu, memberi kemenangan dan suka cita. Orang-orang ini mengetahui yang baik dan jahat tetapi pengetahuan ini membawa mereka dan orang lain kepada kehidupan (Yosua dan Kaleb). |
Orang yang hidup dari pohon pengetahuan akan yang baik dan yang jahat, pengetahuan ini menyebabkan frustasi, sikap yang menghakimi dan menyalahkan orang lain. Pengetahuan akan yang baik dan yang jahat membawa orang tersebut kepada kematian secara rohani dan jasmani ( 10 pengintai yang mati). |
|||||||||||||
Membaca firman
Bertujuan mengenal karakter Allah, sehingga kehidupan Allah bisa memancar melalui kehidupan kita, hasilnya ada suka cita karena firman terus berbicara dalam hati.
BerdoaUntuk bersekutu, menyembah, menjalin kesatuan dengan Tuhan dan melawan kuasa setan.
Datang kegereja (beribadah) Rindu bersekutu dengan Tuhan dan saudara seiman dan rindu melayani. Penuh ucapan syukur, atas jemaat, pimpinan dan pekerja-pekerja yang ada. Suka cita untuk memberi, berdoa dan menyembah dengan bebas. Pengetahuan yang baik dan yang jelek mendorong untuk memberi bantuan. (contoh: Kowil).
Menghadapi kritikanBanyak dari kita yang menghadapi kritikan melompat dari pohon kehidupan kepada pohon pengetahuan.
Mencoba menjelaskan dan memberi pengertian atau menyadari kelemahan (blind spot), terus belajar, bertumbuh, mengampuni, tetap bersuka cita dan bersyukur (Musa).
Menghadapi masa depanOptimis menghadapi masa depan, kegagalan dan kesalahan masa lalu merupakan pelajaran, tetapi tidak menghalangi atau menghantui kita.
Perbuatan karena belas kasihan· aborsiI canSaya bisa….tidak terpengaruh orang lain.
Orang yang hidup dengan pohon kehidupan, karena murni hatinya, sehingga urapan Tuhan membuahkan buah-buah Roh.
Konklusi: Dalam film
‘The Bold and The Beautiful’, terjadi permusuhan antara Brook dengan
Stephanie, Brook menikah dengan suaminya, lalu dengan anak yang pertama,
dan sekarang mau dilanjutkan dengan anak yang kedua. Brook minta maaf
kepada Stephanie, tetapi Stephanie tidak mau memaafkan. Tetapi saat
pernikahan tiba, Stephani datang kepada Brook, dia mengampuni Brook for
the sake of the children and the family.
|
Berdasarkan tugas dan keharusan, (contoh: harus membaca 2 pasal sehari). Akibatnya membaca firman dengan rasa terpaksa dan membosankan, hanya sebagai aktifitas agamawi (legalism).
Sebagai suatu yang wajar dilakukan, karena itu tidak tahan berdoa lama, merasa kering dang tidak ada keintiman dengan Tuhan, sekedar menunaikan tugas.
Datang kegereja karena kegiatan rutin, tugas atau kaharusan sebagai orang Kristen, sehingga suka terlambat. Duduk ditempat yang terujung dan terbelakang, dengan mata yang penuh dengan kritikan, apalagi kalau pendetanya ada kesalahan, mulai timbul rasa kesal dalam hati. Pengetahuan yang baik dan yang salah membuat modal untuk gossip. ( contoh: tidak peduli keluarga).
Berdoa, membaca Firman, datang kegereja hanya untuk menutupi rasa bersalah.
Marah, membela diri, mengeraskan hati, awan kematian meliputi hati, tidak terima, ingin melawan, karena iblis berusaha menunjukkan bahwa kita benar dan yang lain salah.
Pesimis, selalu mengingat masa lalu yang manis, menghadapi masa depan dengan pikiran dan sikap yang negatif.
Perbuatan hanya karena benar atau salahI can’tSaya tidak bisa…..karena orang lain. (suami, isteri, anak, pastor, teman). Orang ini memandang dirinya sebagai korban atas perbuatan orang lain. Orang yang menyalahkan orang lain, tanpa sengaja dia menjadikan orang yang disalahkannya adalah Tuhan, karena pikiran dan sikap kita selalu tertuju pada orang yang kita salahkan, dan memberikan dirinya dikuasai orang itu, sebagai ganti Tuhan. Hawa menjadikan ular Tuhan, Kain menjadikan Abel Tuhan.
Orang yang menyatakan dirinya sebagai korban, pasti mempunyai perasaan bersalah dan memaksakan hukuman. Karena itu orang demikian sering berjanji tetapi tidak menepati (pernikahan, business).
|
|||||||||||||