Hidup Mati di Kuasai Lidah

(Ams. 18: 21)

 

 

 

Pendahuluan.

 

Ajak jemaat untuk memusatkan perhatian mereka kepada suatu hal yang amat penting, yaitu cara Allah merancang kepala manusia.

Sebagai manusia yang normal kita semua mempunyai TUJUH BUAH LUBANG di kepala, dan angka tujuh sering di pakai dalam Alkitab sebagai lambang kesempurnaan. Lubang di kepala kita ini terdiri dari tiga pasang, yaitu:

a. Sepasang mata

b. Sepasang telinga

c. Sepasang lubang hidung

 

Tetapi untuk lubang yang ke tujuh, Allah hanya membuat ‘satu’, yaitu LUBANG  MULUT.

 

Pertanyaan: Kenapa Allah menciptakan mulut kita hanya satu saja, sedangkan yang lain terdiri dari sepasang- sepasang ?

Jawab: Kenyataan menunjukkan bahwa lubang yang satu ini telah menimbulkan lebih banyak masalah daripada seluruh masalah yang dapat di timbulkan oleh enam lubang lain yang ada di kepala kita.

 

Seorang pemuda yang pada mulutnya, yaitu lidahnya, terdapat kanker. Ketika dokter memutuskan untuk supaya lidahnya di operasi, pemuda tersebut mengatakan, “Puji Tuhan”. Sambil  terheran-heran, sang dokter bertanya kepada pemuda tersebut, “Kenapa anda tidak merasa sedikitpun sedih karena di kemudian hari anda tidak dapat lagi berbicara?”. Pemuda tersebut menjawab, “Selama mulut saya masih dapat berbicara, saya masih mempunyai kesempatan untuk berbuat dosa.”

 

Dosa yang di akibatkan oleh lidah itu jauh lebih banyak terjadi daripada dosa yang diakibatkan tanpa lidah.

 

Baca surat  Yakobus 3: 1- 12 !

I. Lidah itu punya kuasa  (Yak. 3: 3- 5a)

Yakobus memberikan dua illustrasi:

 

1.1. Kekang pada mulut kuda (ay. 3)

Kuda adalah binatang yang sangat kuat. Sehingga standard pada mesin mobilpun di ukur dengan kekuatan kuda (Horse Power).

Kuda adalah salah satu binatang yang dapat dipakai sebagai penarik barang-barang yang besar dan kereta. Bahkan kuda dapat dijadikan alat untuk berjudi (racing horse). Kuda yang sangat terlatih memiliki nilai yang sangat mahal.

Jadi sekalipun kuda itu binatang yang kuat, kita dapat mengendalikan seluruh tubuhnya melalui kekang yang di pasang pada mulutnya.

 

1.2. Kemudi kapal (ay. 4)

Kapal pada zaman rasul-rasul dahulu, memiliki kapasitas 276 penumpang.

Kita dapat mengendalikan seluruh kapal tersebut melalui kemudinya yang kecil. Dengan kata lain tujuan kapal tersebut (desteny) sangat di tentukan oleh kemudi.

 

Aplikasi:

Jadi lidah ini memang benda yang kecil, tetapi dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. Bahkan Desteny dalam hidup kita  masing-masing sangat ditentukan oleh pengendalian lidah  (Ams. 18: 21).

(Uraikan sedikit isi  Mazmur 78;  Baca ayat 36 !)

 

 

II.  lidah itu Tidak dapat dikontrol  (Yak. 7- 8)

Dalam suatu atraksi circus binatang-binatang yang buas, seperti Ular cobra, Singa afrika, Harimau sumatra, dll., dapat di jinakkan. Tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan (ay. 8).

 

Ada enam macam penyakit lidah:

1. Berbicara terlalu banyak 

(Ams. 10: 19, “Jangan banyak bicara. Orang yang banyak bicara membuat banyak kesalahan. Karena itu, bersikaplah bijaksana dan kendalikanlah lidahmu”)

Contoh:

2. Bicara yang teledor

(Bil. 12: 1- 10,  Maz. 106: 32- 33,  Ams. 29: 20)

Contoh:

 

3. Gosip

(Im. 19: 16, Ams. 20: 19, Maz. 15: 1- 3)

Contoh:

 

4. Berdusta

(Ams. 6: 16- 19; 12: 22, Why. 21: 8)

Contoh:

 

5. Menjilat

(Ams. 26: 28;  29: 5)

Contoh:

 

6. Bicara yang sombong

(Ams. 27: 1- 2)

Contoh:

 

 

 

III.  Peranan Lidah menurut Alkitab

Ada dua peranan lidah menurut firman Allah:

 

3.1. Sebagai instrumen untuk memuliakan Allah  (Kis. 2: 25- 26)

Rasul Petrus mengutip dari Mazmur 16: 8- 9, “Sebab Daud berkata tentang Dia: “Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersuka cita dan jiwaku (terjemahan lama: Lidahku) bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tentram.” “

 

Dibandingkan dengan semua anggota tubuh lainnya, lidah merupakan alat yang paling unggul untuk memuliakan Allah kita. Jadi Allah memberikan lidah kepada kita sebagai instrumen untuk memuliakan Dia.

 

 

3.2. Takut akan Tuhan itu telah dimulai dengan pengendalian lidah  (Maz. 34: 12- 14)

 

Akibat kita menjaga lidah kita, maka kita beroleh tiga hal, yaitu

a. kehidupan

b. umur panjang

c. menikmati hal-hal yang baik (Ams. 21: 23)

 

 

 

IV.  Bagaimana seharusnya orang kristen di dalam berbicara

Kolose 4: 6,  “Hendaklah kata- katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang”.

 

 

Ada empat points yang dapat kita simpulkan:

4.1. Kata- kata  kita harus ramah

Abraham Lincoln berkata, “Setetes madu dapat mendatangkan puluhan semut dari pada satu liter empedu.”

Contoh:

 

 

4.2. Percakapan kita harus ada keseriusan

Contoh:

 

 

4.3. Berbicara pada tempatnya/ penuh hikmat

Contoh:

 

 

4.4. Percakapan kita harus menarik (jangan hambar)

Contoh:

 

 

 

Konklusi:

Tidak seorangpun yang dapat berkuasa untuk menjinakkan lidahnya, kecuali Tuhan Yesus.

 

Markus 5: 1- 20 ! ( “no man could tame him”, ay. 3)