Menentukan Kehendak Allah Dalam Hidup Orang Percaya

Serie 2

 

 

Pendahuluan.

Cara kita mengetahui kehendak Tuhan untuk pribadi seumpama seperti kita membaca “Roadsign”. Kalau kita membaca dengan salah atau terbalik, yang seharusnya kekiri, kita kekanan dan kita salah akan jalan, tidak samapi ke tujuan. Demikian juga dengan kehendak Tuhan untuk pribadi, dimana kita sering mempunyai pandangan yang salah.

 

Ada  enam  pandangan  yang  salah  mengenai  kehendak  Allah  untuk pribadi:

 

I. Mencari kehendak Tuhan untuk jangka lama seperti daftar pelajaran dalam satu semester

Contoh: Cara Tuhan memimpin orang Israel masuk ke negeri Kanaan.

 

Kehendak Tuhan untuk pribadi, selalu dibukakan kepada kita secara bertahap, sedikit demi sedikit. Tidak seperti daftar pelajaran dalam satu semester.  Jadi Tuhan menyatakan kehendakNya dan memimpin kita ke dalam rencanaNya ,langkah demi langkah sesuai dengan waktu yang sudah di tentukanNya. Setelah kita melangkah dalam kehendak Tuhan untuk step pertama, kemudian kita bertanya lagi untuk langkah selanjutnya.

 

 

II. Memandang Tuhan sebagai Allah yang seram, sehingga tidak dengan sungguh hati mencari Tuhan

Contoh:  Jodoh (orang Afrika), atau   Missionari  (ke hutan Afrika)

 

Sebenarnya Tuhan adalah Bapa yang penuh kasih. Alkitab mengatakan bahwa Dia memiliki, bukan rancangan kecelakaan, melainkan rancangan damai sejahtera untuk memberikan kepada kita, sebagai anak- anakNya hari depan yang penuh harapan (Yer. 29: 11). Bahkan Pemazmur mengatakan bahwa Dia memberikan kepada kita suatu rasa keamanan dan kepuasan (Maz. 5: 13;  34: 8, 20 ; 37: 4).

 

 

 

III.  Hanya  hamba-hamba  Tuhan  saja  yang  mengetahui  kehendak  Tuhan

Contoh: Musa, Rasul-rasul, Missionari, dll.

 

Sebenarnya pandangan yang demikian itu adalah salah. Karena Tuhan telah memilih setiap orang, dari semua golongan lapisan masyarakat, untuk percaya kepadaNya. Dan kepada setiap kita, Dia ingin menyatakan kehendakNya. Jadi bukan hanya kepada orang-orang tertentu saja.

 

 

IV. Hanya orang- orang yang sudah dewasa rohani saja yang mengetahui kehendak Allah

Contoh: Orang-orang kristen yang kanker rohani/ benalu.

 

Memang kehendak Tuhan lebih mudah di ketahui oleh orang-orang yang sudah dewasa dalam rohaninya. Tetapi bukan berarti bagi mereka yang baru bertobat tidak dapat mengetahui kehendak Tuhan. Hal itu bisa, asalkan mereka memiliki hati yang sungguh rindu untuk mengetahui kehendak Tuhan.

 

 

V.  Kehendak  Tuhan  yang  secara  spektakuler

Contoh:

·        Ketika Allah menemui rasul Paulus (cahaya terang)

·        Ketika Allah menemui Samuel (suara langsung, audible)

·        Ketika Allah menemui Musa di padang gurun (semak duri yang terbakar)

Sebenarnya untuk mengetahi kehendak Tuhan untuk pribadi tidak harus melalui sesuatu yang spektakuler.

 

 

VI.  Kehendak  Tuhan  hanya  untuk  hal-hal  yang  sangat  penting  saja

Contoh: Dari pergaulan yang rasanya tidak penting bisa menjadi suatu hal yang penting apabila pergaulan tersebut menyeret kita kepada perkawinan.

 

Ingat, Tuhan dapat menyatakan kehendakNya dari hal-hal yang kecil/ sederhana sampai kepada hal-hal yang besar/ ruwet. Jadi jangan hanya mencari kehendak Tuhan apabila kita sedang memiliki masalah yang besar saja, melainkan juga dalam segala hal (berteman, dll.).

 

 

Ada  tujuh  ‘tanda’  untuk  mengenal  kehendak  Tuhan  untuk  pribadi:

Untuk supaya kita dapat mengenal kehendak Tuhan untuk pribadi, maka harus di sertai salah satu dari “tanda” ini:

 

I. Alkitab  (Maz. 32: 8)

Alkitab sebenarnya menuliskan secara khusus mengenai kehendak Tuhan untuk moral, bukan kehendak Tuhan untuk pribadi. Tetapi Alkitab memimpin kita kearah yang benar. Di dalam Alkitab terdapat banyak prinsip-prinsip yang sangat penting sehubungan dengan keputusan -keputusan yang menentukan kehendak Tuhan untuk kita pribadi.

contoh: Mencari pasangan hidup, (Kej. 24: 1- 8, 2 Kor.6: 14)

 

Caution:  Di dalam memakai firman Tuhan, kita harus sangat hati-hati di dalam menafsirkannya ; Karena latar belakang atau sejarah & gramatika sangat menentukan.

Seumpama, ketika Tuhan berfirman kepada Musa, ..”Sekarang pergilah” , (Kel. 4: 12), maka tidak berarti kita ..”harus pergi”. Ini yang di sebut cara manipulativ.

Contoh: Seorang pria yang sedang menaksir seorang wanita.

 

 

II. Situasi atau Keadaan (Kol. 4: 3)

“Keadaan” merupakan ciptaan Tuhan juga, sehingga Dia sanggup menyatakan kehendakNya dengan melalui “keadaan”.

Di dalam Kolose 4: 3, rasul Paulus memohon supaya jemaat di Kolose mendukung dalam doa, sehingga  Tuhan membuka “pintu” untuk injil.

Kata membuka “pintu”  disini, berbicara mengenai suatu “situasi”, atau “keadaan”. Jadi pintu itu dapat terbuka dan tertutup.

 

Perhatikan! Sebenarnya ada dua type mengenai keadaan/ situasi ini:

1. Keadaan seolah-olah tidak mendukung (pintu tertutup) bukan pertanda bahwa kita sedang di luar kehendak Allah.

Contoh: Markus 4 : 35 - 38 !

 

2. Keadaan seolah-olah mendukung (pintu terbuka) bukan pertanda bahwa kita sedang di dalam kehendak Allah.

Contoh: Yunus 1: 1- 3 !

           1Sam. 24: 1- 8 !

Pertanyaan: Apakah kita dapat meminta tanda dari pada Tuhan?

Contoh:

·        Gideon: Bulu domba , Hakim 6: 36- 40

·        Eliezer (pembantu Abraham): Ribka , Kej. 24: 14- 21

·        Jonatan : Menyerang orang Filistin, 1Sam.14: 6-13

Jawab: Ya !

 

Tetapi untuk menghindari penyalah- gunaan  “tanda” ini, maka beberapa hal yang harus di perhatikan:

a. Tanda di pakai untuk langkah terakhir, bukan pada permulaan, (Gideon) 

b. Dalam mengambil suatu keputusan penting (Gideon, Eliezer, Jonatan)

c. Tanda yang di minta haruslah jelas, dan bukan sesuatu yang umum terjadi (Gideon, Eliezer, Jonatan)

d. Ketika meminta tanda harus kita sungguh- sungguh ber‘doa’ bahkan disertai ‘puasa’.

 

Ada pihak yang menentang hal ini, sehubungan dengan Roh Kudus. Mereka berkata, bahwa Roh Kudus telah diberikan kepada kita.

 

 

III.  Kesaksian  Roh Kudus  dalam  diri  kita  (Rom. 8: 14, Yoh.16: 13)

Pimpinan Roh Kudus itu harus merupakan sesuatu yang sangat vital di dalam mengenal kehendak Tuhan untuk pribadi.

Adapun peranan Roh Kudus dalam hal ini, memberikan ‘damai sejahtera’ (Fil. 4:7, Kol. 3: 15).

Dengan kata lain, apabila kita salah di dalam keputusan kita, maka rasa ‘damai’ itu akan hilang dan di gantikan dengan rasa cemas, khawatir, takut, dll.

 

 

IV.  Dari  orang  yang  sudah  dewasa  rohaninya  (Ams. 24: 6 b, 19: 20 , 15: 22, 12: 15, 11: 14)

Contoh: Pendeta, Counsellor

 

Kenapa  kita  memerlukan  seorang  Counsellor ?

a. Kadang- kadang kita tidak dapat melihat sesuatu itu dengan jelas atau kita tidak dapat melihat kepada kemungkinan- kemungkinan yang lain.

contoh:

b. Kadang-kadang kita masih bimbang di dalam keputusan kita.

contoh:

c. Kadang -kandang kita terbawa oleh emosi kita.

contoh:

 

Ingat: Bahwa seorang counsellor hanya ‘membantu’ supaya anda dapat melihat kepada sesuatu itu dengan jelas. Jadi keputusan bukan pada seorang counsellor, melainkan tetap dalam diri anda sendiri. Jangan sekali-kali menganggap bahwa, nasehat counsellor itu merupakan “pesan Tuhan”.

 

 

V.  Melalui  keinginan  dalam  hati  (Fil. 2: 13)

“Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik ‘kemauan’ maupun pekerjaan menurut kerelaanNya.”

 

Tetapi perhatikan bahwa ada dua pandangan extrem dalam hal ini:

a. Keinginan hati kita tidak mungkin dari Tuhan

Hal ini disebabkan karena kita ini sebagai mahluk yang lemah dan kotor di hadapan Allah.

Tetapi pandangan ini dapat di atasi dengan pernyataan nabi Yehezkiel, yang  mengatakan bahwa “Allah memberikan kepada kita hati yang baru” (Yez. 36: 26) dan nabi Yeremia berkata, “Allah akan menuliskan firmanNya dalam hati kita yang baru “ (Yer. 31:33).

 

b. Keinginan hati kita sama dengan hati Tuhan (Fil. 2:13,  Maz.37: 4)

Dengan kata lain, apabila kita berserah sepenuhnya kepada Tuhan, maka seluruh keinginan kita menjadi serupa dengan keinginan Tuhan.

Tetapi bagiamana dengan Tuhan Yesus, ketika Ia sedang dalam pergumulan di taman Getsemani. Dia berkata, “Jangan kehendakKu yang jadi, melainkan kehendakMu, ya Bapa”.

Rasul Paulus mengatakan, dalam suratnya di Roma, bahwa dalam diri kita selalu terjadi peperangan antara keinginan daging dan Roh.

 

Jadi yang benar adalah kombinasi dari kedua pandangan yang extrem diatas.

Kehendak kita atau keinginan kita itu hanya salah satu tanda untuk mengetahui kehendak Tuhan. Jadi kalau kehendak kita sesuai dengan firman Tuhan, itu berasal dari Roh Kudus, sebaliknya yang tidak sesuai

dengan firman, bukan dari Roh Kudus.

 

 

VI.  Melalui  pikiran sehat atau sesuatu yamg masuk akal  (Kol. 1:9b)

Kolose 1: 9b, “Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,”

 

Orang -orang yang belum dewasa rohaninya selalu berpendapat bahwa kehendak Tuhan itu pasti sesuatu yang tidak umum atau tidak terduga. Tetapi ingat bahwa Allah memberikan pikiran yang sehat.

 

Dari ayat ini kita sampai kepada suatu kesimpulan, bahwa rasul Paulus mempunyai keyakinan untuk mengenal kehendak Allah dengan sempurna, melalui pikiran. Oleh sebab itu, ia berdoa agar supaya jemaat di Kolose dapat menerima segala hikmat dan pengertian yang benar. 

Rasul Yakobus, dalam suratnya Yak.1: 5, menganjurkan supaya kita berdoa untuk beroleh hikmat.

Kitab Amsal selalu menganjurkan supaya kita mencari hikmat dan memperoleh pengertian.

 

Tidak salah kalau kita melihat kepada hal-hal yang masuk akal. Tetapi tidak selalu kehendak Tuhan itu dapat di terima oleh akal manusia.

Contoh:

Nabi Nuh .....membuat bahtera (Kej.6: 9- 22)

Abraham ..... mempersembahkan Ishak (Kej. 22: 1-19)

Petrus .........mengunjungi rumah Kornelius (Kis.10:1- 48)

 

Untuk hal-hal yang tidak masuk akal, kita perlu pimpinan Tuhan dengan jelas dan pasti.

Contoh : jangan mengambil subject diluar kemampuan kita.

 

 

VII.  Secara  supernatural

 

Dalam hal ini terbagi empat:

a. Mimpi : Yusuf   ,Mat. 1: 20 ;  2 : 13, 20

b. Penglihatan : Paulus , Kis. 16 : 6- 10;  27 : 23

c. Suara langsung : Samuel , 1Sam. 3 : 4- 6, 10

d. Nubuatan : Nabi Agabus untuk rasul Paulus , Kis. 11: 27- 30

 

Tidak semua orang percaya dalam Alkitab menerima hal-hal yang bersifat super natural.

contoh : Daniel semasa mudanya dia tidak mau menyembah berhala atau raja, tanpa ada pernyataan super natural dari Tuhan. Sebaliknya Abraham  mendapat kunjungan malaikat dll.

 

Tanda-tanda super natural itu diberikan oleh Allah berdasarkan inisiatif Nya sendiri, dan tidak diduga oleh manusia; Bukan dengan usaha manusia atau melalui doa. Jadi tanda super natural bukan hal yang harus kita cari untuk mengetahui kehendak Tuhan, tetapi jangan kita menutup kesempatan untuk ini.

 

 

Ada empat konfirmasi untuk dapat mengetahui kehendak Tuhan secara pribadi dengan pasti,

 

1. Harus disertai 3 tanda yang penting: Alkitab, Roh Kudus, dan Situasi/ Keadaan.

contoh: Jodoh

Alkitab: orang yang seiman (2 Kor 6 : 14)

Roh Kudus: konfirmasi dari penatua

Keadaan: orang tua menyetujui, pendidikan seimbang, kesempatan bergaul.

 

2. Hasil

Setelah kita menuruti kehendak Allah maka hati kita akan di penuhi oleh rasa sukacita, damai sejahtera dan berkat yang nyata.

Sebaliknya, kesulitan yang kita hadapi, Tuhan ijinkan itu terjadi untuk menguji iman kita, bukan berarti kita berada di luar kehendak Allah. (Lihat kepada tujuh pertanda kehendak Tuhan secara pribadi, bagian ke- 2)

Karena itu untuk menguji hasilnya membutuhkan waktu.

 

3. Doa

Perhatikan: Statistik mengatakan bahwa 90% orang yang tidak menemukan kehendak Tuhan disebabkan karena mereka tidak berdoa. Tanpa doa kita tidak dapat menemukan kehendak Tuhan secara pribadi.

Bukti:  Surat Yakobus 4: 2b !

Kesaksian Roh Kudus dalam hati kita makin jelas kalau kita banyak berdoa.

 

4. Persekutuan  pribadi  dengan  Tuhan  melalui  firmanNya

Kita tidak dapat mengenal apa yang berkenan kepada Allah apabila kita tidak tahu firman Allah. Apabila kita mendekat kepada Allah, maka Ia akan mendekat kepada kita (Yak. 4: 8a). Dan apabila kita sudah dekat dengan Allah maka Ia akan memberitahukan jalanNya kepada kita (Maz. 32 : 8).

Contoh: Suami isteri kerena bergaul setiap hari, bisa saling tahu seleranya. Atau anak bayi akan lebih erat hubungannya dengan orang yang mengasuh

nya, karena pengasuhnya bisa mengerti kemauan bayi itu.

Demikian juga kalau kita bergaul dengan Tuhan kita bisa tahu selera dan kesukaan Tuhan.

 

 

Kesulitan-kesulitan yang pada umumnya dihadapi orang saat mencari kehendak Tuhan secara pribadi: 

 

1. Tidak bisa dilaksanakan untuk keputusan sehari- hari.

Contoh: baju, makanan, miniman, naik kendaraan apa, minyak wangi apa, dan waktu membaca Alkitab. Untuk keputusan yang penting maka di perlukan waktu dan kedewasaan rohani. Seperti: perkawinan, sekolah, pekerjaan, membeli rumah.

 

2. Menimbulkan adanya pandangan bahwa hanya ada satu jawaban yang benar dari Tuhan, akibatnya menimbulkan rasa bersalah dan takut akan kehilangan kehendak Tuhan atau keliru mengambil keputusan, sehingga tidak berkenan kepada Tuhan. Seharusnya kita mengucap syukur bahwa Tuhan memberi banyak kesempatan dalam waktu yang bersamaan.

Contoh : diterima di dua sekolah dalam waktu yang bersamaan.

 

3. Dalam hal-hal tertentu membuat orang mengambil keputusan yang tidak dewasa secara logic.

a. Orang sering bilang “Tuhan bicara”

Contoh: Orang yang sedang kuliah, kemudian dia bertobat dan langsung mau meninggalkan kuliahnya dan mau melayani, karena dia merasa Tuhan memanggil untuk melayani.

Dalam hal ini tidak melanggar hukum Tuhan, tetapi orang yang sudah dewasa akan berpikir lebih jauh dengan konsequensinya.

b. Sering karena ragu-ragu akan kehendak Tuhan sehingga kita membuang waktu dan tidak berani mengambil keputusan

c. Karena berpendapat bahwa hanya ada satu kehendak Tuhan, sering kita cenderung untuk mengabaikan keinginan sendiri dalam menetukan pilihannya.

Contoh: Saat kita harus menentukan sekolah didalam atau diluar negeri.

Akibatnya kita tidak bisa merasa senang bahwa Tuhan memberikan banyak kesempatan pada kita, karena selalu takut kehilangan kehendak Tuhan.

d. Karena takut salah sering kita mengijinkan keadaan untuk mendikte kita dalam mengambil keputusan.

Contoh:Tanda diterima di suatu sekolah.

 

4. Kehendak Tuhan ini sering hanya secara subyektif tidak obyektif.

Hanya antara Tuhan dan orang itu sendiri. Akibatnya bisa menimbulkan kesalahan yang fatal.

Contoh : Dalam keputusan penting digerja seorang pemimpin merasa frustrasi, karena sebagian berkata bahwa Roh Kudus bilang ya, dan bagian lain berkata bahwa Roh Kudus bilang tidak.

 

 

Pertanyaan 1: Kalau sampai saat terakhir kita harus bertindak dan belum pasti dengan kehendak Tuhan, apa yang harus kita lakukan?

 

Jawab: (Ini sering terjadi) Kita harus merendahkan diri dihadapan Tuhan. Mengakui kegagalan kita di dalam mengetahui kehendak Allah, lalu memilih apa yang terbaik untuk saat itu (Pada waktu itu kita ada lebih dari satu pilihan). Kemudian kita lihat kepada hasilnya : Apakah kita memilih yang sesuai kehendak Tuhan ? Kalau ternyata tidak, maka kita dapat kembali kepada pilihan yang lain.

Ingat: Tuhan itu pengasih dan penyayang. Seing Dia izinkan kita melakukan kesalahan supaya kita dapat merasakan kasih anugerahNya di dalam kegagalan kita. Tidak jarang hal itu mendatangkan kerugian secara emosional. Tetapi itu pelajaran yang paling efektif.

 

Pertanyaan 2: Saya melamar di dua Universistas untuk jurusan (subject) yang berbeda. Dan ternyata kedua-duanya di terima. Sekarang, apa yang harus saya lakukan?

 

Jawab: (Inipun sering terjadi) Biarpun kedua-duanya secara mata jasmani kita melihat sama, tetapi Tuhan melihat kepada yang berbeda, karena Ia tahu akan masa depan kita.

Tindakan kita adalah berdoa supaya Tuhan menerangi pikiran kita (ingat tujuh pertanda kehendak Tuhan secara pribadi melalui “pikiran”, bagian ke-6), sehingga kita memiliki pengertian yang jelas, ketika sedang melakukan penganalisaan atas kedua subject tersebut: untung dan ruginya serta kemampuan kita. Kemudian apabila belum pasti juga, maka ambil waktu untuk berdoa dan berpuasa. Lalu kunjungi kedua universitas tersebut dan coba analisa mana yang anda rasakan sejahtera dalam hati anda. Kehendak Tuhan selalu membawa kesejahteraan dalam hati.

 

 

Konklusi:

Tidak ada yang lebih penting di dalam hidup seseorang daripada mengenal kehendak Allah secara pribadi dalam hidupnya.

Tetapi, kita tidak luput daripada kesalahan. Sekalipun kita yang sudah diurapi Tuhan,  kita tetap manusia. Jadi selama kita manusia, kita tidak akan luput daripada kesalahan. Tuhan dikenal sebagai “God the second change”, lihat Yeremia 18: 1- 4 ! Kesalahan adalah guru yang efektif untuk pertumbuhan kita. (Muschrooms & Oak tree)