Gunung Batu Keluputan

 

 

Pendahuluan.

Baca 1 Samuel 23: 14- 28 !

 

Latar Belakang:

Daud, yang tadinya, adalah seorang pengembala kambing domba, yang kemudian dalam suatu pristiwa ia berhasil mengalahkan Goliat (seorang raksasa dari Filistin), sehingga nama Daud menjadi sangat populer dikalangan orang -orang Israel.

Keteranan Daud membuat raja Saul akhirnya mengambil Daud sebagai menantunya. Namun ternyata hal ini sama sekali tidak membuat hidup Daud bahagia, sebab sebenarnya Saul sangat takut Daud ini akan merebut tahtanya. Saul berusaha dengan pelbagai cara untuk membunuh Daud, sehingga akhirnya terpaksalah Daud meninggalkan istrinya dan lari dari istana.

Maka mulailah ‘kawah candradimuka’ suatu pertualangan bagi Daud. Hal ini berlangsung selama 13 tahun, dimana Daud harus lari dari satu tempat ketempat yang lain untuk menghindari kejaran Saul yang ingin membunuhnya. Salah satu episode dari pengembaraan Daud yang amat menarik adalah dalam perikop ini.

 

Dari perikop ini kita dapat belajar tiga hal:

 

I. Selalu ada orang yang mencari kesempatan dalam kesempitan (ay. 19- 20)

Daud lari ke sebuah daerah namanya Zif di gurun Yehuda (Daud berasal dari suku Yehuda), tetapi ternyata tempat ini sama sekali tidak aman bagi Daud. Ada orang dari suku Yehuda yang berkhianat melawan Daud. Mereka memberitahukan kepada Saul bahwa Daud bersembunyi di daerah Zif.

Apa motivasi mereka berbuat demikian? Bisa uang atau kedudukan atau sekedar hanya cari muka di hadapan Saul.

 

Aplikasi:

Dari sini kita ketahui bahwa orang yang mencari kesempatan dalam kesempitan bukan timbul di zaman modern ini, tetapi sudah di mulai dari zaman dahulu kala. Apalagi zaman krismon seperti di Indonesia, type orang yang demikian semakin banyak jumlahnya.

Mereka sama sekali tidak memperdulikan orang lain yang sedang berada dalam kesempitan. Mereka mau mencari keuntungan buat diri sendiri. Jadi kalau menjumpai orang seperti ini kita jangan heran, sebab dari dulu orang model begini sudah ada.

contoh:

 

Bukan saja di luar kekristenan, tetapi di dalam gerejapun ada orang-orang yang type demikian. Karena kalau kita kembali kepada pristiwa ini, maka yang berkhianat terhadap Daud justru adalah suku Yehuda sendiri, bukan orang- orang lain.

illustrasi: Bakteri dalam tubuh manusia

contoh:

 

Dari pengalaman Saul ini, marilah kita menghindarkan hal- hal yang mencari kesempatan dalam kesempitan.

Orang yang percaya kepada pemeliharaan Tuhan tidak berbuat demikian.

II. Selalu ada orang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya (ay. 21)

Raja Saul bukannya tidak tahu bahwa yang datang kepadanya adalah orang- orang yang bertabiat rendah dan pengecut. Namun Saul memuji mereka dengan berkata, “Engkau adalah orang yang diberkati Tuhan dan engkau semua ini sayang padaku.” Kata- kata ini kedengarannya bagus sekali, tetapi sebenarnya penuh kepalsuan dan kemunafikan. Saul bersedia menempuh segala macam cara demi untuk memenuhi keinginannya membunuh Daud.

Daud pernah diperhadapkan dengan hal yang semacam ini.

Baca 2 Samuel 1: 1- 16 & 2 Samuel 4: 1- 12

 

Aplikasi:

Bukankah banyak diantara kita yang selalu menempuh segala macam cara untuk memenuhi keinginan kita?

contoh:

·      berpacaran

·      memperoleh visa untuk tinggal di Australia

·      dalam dunia usaha (Luk. 3: 10- 14)

 

Dari pengalaman Saul, marilah kita menghindarkan hal- hal yang menghalalkan semua cara untuk mencapai tujuan atau kepentingan pribadi.

Orang yang percaya kepada pemeliharaan Tuhan tidak berbuat demikian.

 

III. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat (ay. 27- 28)

Tuhan menolong Daud tepat pada waktunya, tidak terlalu cepat atau lambat. Bagaimana caranya? Tuhan memakai orang Filistin, yaitu musuh orang Israel sendiri, untuk melepaskan Daud dari kepungan orang- orang Saul.

Jadi pada saat itu Daud sudah tidak berdaya lagi, tinggal ditanggap oleh Saul, tiba- tiba datang laporan dari ibukota, yang melaporkan bahwa orang Filistin datang menyerbu! Mendengar kabar itu, Saul terpaksa menarik pasukannya untuk kembali ke ibukota.

Jadi musuhpun dapat dipakai Tuhan untuk meluputkan Daud dari tangan Saul.

 

Alkitab mengatakan bahwa kita sedang hidup di ‘masa yang sukar’ (2 Timotius 3: 1).

Elia pernah hidup dimasa yang sukar. Tiga tahun setengah hujan dan embun tidak turun di Israel. Keadaan negeri tersebut sangat mengkhawatirkan. Tanahnya pada kering kerontang. Hewan- hewan pada mati kelaparan dan kekurangan air. Bahkan korban jiwapun berjatuhan. Yang dapat bertahan pada waktu itu adalah orang- orang yang makan dari lumbung Izebel.

Ditengah- tengah kesulitan yang demikian, raja Ahab mengangkat Obaja, yaitu seorang yang takut akan Tuhan, untuk menjadi kepala istana. Ketika Izebel membunuh hamba- hamba Tuhan, Obaja ini menyembunyikan 100 hamba Tuhan di sebuah gua. Lalu mereka makan apa?

Sementara Izebel memberi makan 450 Baalnya dari gudang persediaan, maka Obajapun memberi makan 100 hamba Tuhan dari gudang yang sama. Jadi musuhpun dapat di pakai Tuhan untuk memelihara hambaNya.

 

Aplikasi:

Apapun kesulitan yang kita hadapi, kalau kita tetap percaya kepada pemeliharaan Tuhan, Dia pasti akan melepaskan kita dari kesulitan itu.

contoh:

 

Baca Pengkotbah 2: 26 !

 

Konklusi:

Pemeliharaan Tuhan itu nyata melalui suatu pristiwa  “Gunung Batu Keluputan.”

·      Bagian kita adalah berdoa + berserah + hidup kudus & kata- kata iman.

·      Bagian Tuhan = bergerak dengan memakai 1001 cara.