Formula Suatu Keberhasilan
Pendahuluan.
Didalam hidup ini, semua orang tentu mendambakan keberhasilan. Tidak ada orang yang merindukan kegagalan untuk hidupnya. Semua ingin sukses dan berhasil dalam hidupnya.
Masalahnya sekarang, bagaimanakah caranya keberhasilan itu diperoleh?? Terhadap pertanyaan ini ada banyak sekali jawaban yang dapat diberikan bahkan dewasa ini ada banyak buku- buku di jual dipasaran khusus untuk menjawab pertanyaan tadi.
Sekarang kita tinggalkan pendapat orang lain, melalui buku-buku mereka, dan
kita mau kembali kepada firman Tuhan yang sangat berkaitan dengan keberhasilan.
Baca Mazmur 1: 1- 3 !
Dari ayat- ayat ini, maka kesimpulan yang kita ambil adalah keberhasilan itu sebenarnya tergantung dari bagaimana relasi atau hubungan kita dengan apa yang ada disekitar diri kita dan dengan diri kita sendiri. Prinsip-prinsip yang diberikan didalam Mazmur 1: 1- 3 ini kedengarannya sangat sederhana, namun mengandung arti yang amat dalam:
I. Keberhasilan tergantung dari hubungan kita dengan Tuhan
Ayat 2: “.... yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan serta merenungkannya siang dan malam ”.
Hal ini berbicara mengenai adanya relasi vertikal (dengan Tuhan) yang sangat baik! Ayat ini sejajar dengan Matius 6: 33 yang mengatakan, ”Carilah dahulu kerajaan Allah”.
Apabila relasi vertikal keatas baik, maka keberhasilan itu sudah sebagian menjadi milik kita.
Bukti nyata terdapat dalam Yosua 1: 8- 9. Pada ayat 8 terdapat dua janji ganda: Berhasil & Beruntung (double B).
II. Keberhasilan tergantung dari hubungan kita dengan sesama manusia
Ayat 1, “...tidak berjalan menurut nasehat orang fasik, tidak berdiri dijalan orang berdosa, tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.”
Hal ini berbicara mengenai hubungan / relasi kita terhadap sesama.
Keberhasilan yang kedua, sangat bergantung dengan teman pergaulan kita.
Paradigma seseorang selalu dipengaruhi oleh lingkungan pergaulannya. Apabila kita bergaul dengan orang yang memiliki ‘Giant spirit’ (seperti Khaleb) maka kita akan memiliki ‘spirit yang sama’, karena paradigma kita akan berubah.
Althea Gibson mengatakan : “No matter what accomplisments you make, somebody helps you.”
III. Keberhasilan tergantung dari hubungan kita dengan diri sendiri
Keberhasilan yang ketiga adalah bergantung dengan kepribadian kita.
Kita harus memiliki tiga hal yang penting:
a. Kita harus mengasihi diri kita sendiri. Hal ini tidak bertentangan dengan firman Allah.
Zaman sekarang banyak orang yang tidak mengasihi dirinya sendiri. Mereka merusak citra diri melalui kata-kata yang negatif. Mereka merusak diri mereka melalui rokok atau obat bius.
b. Kita harus melatih diri kita sendiri untuk melihat hal-hal yang special dari diri sendiri.
Keberhasilan seseorang itu bergantung dengan kelebihan orang tersebut. Tidak semua orang memiliki kesamaan. Tetapi setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. Melalui kelebihan yang kita miliki, Tuhan dapat mengurapi dan melipat kali gandakan sehingga menjadi sesuatu yang unik dan special.
Pepatah mengatakan: ”You have got to do your own growing, no matter how tall your grandfather is”.
c. Kita harus melatih diri kita untuk tidak pernah menyerah
Keberhasilan memerlukan ketekunan, keuletan. Tidak ada orang yang berhasil tanpa keuletan.
Pepatah mengatakan: ”Persistant people know they can succeed where smarter and more telented people fail.” “Successful people understand that no-one makes it to the top in a single bound. What truly sets them apart is their willingness to keep putting one step in front of the other- no matter how rough the terrain.”
Kesimpulan:
Banyak kunci untuk menuju kepada kesuksessan. Tetapi hanya firman Allah yang paling tepat. Mari kita lakukan bersama, dengan demikian, anda dan saya akan menuai keberhasilan yang mulia dimata Tuhan.