Dua Macam Nasib Akhir

 

 

Pendahuluan.

Baca Wahyu 14:6- 13!

 

Di dalam Wahyu 14: 9- 13 menjelaskan tentang dua macam nasib akhir yang menimpa hidup manusia. Dua macam nasib akhir ini di tentukan atas dasar bagaimana cara mereka mati:

·        Mati didalam Tuhan

·        Mati diluar Tuhan

 

Dua Macam kematian.

Semua orang harus mati (Ibrani 9: 27), sebab upah dosa adalah maut (Rom. 6: 23).

·        Dalam Wahyu 14: 13, kematian orang yang berada didalam Tuhan disebut berbahagia, sebab mereka boleh beristirahat dari semua jerih lelah mereka dan juga segala perbuatan mereka akan menyertai mereka (mereka akan beroleh pahala).

·        Tetapi kematian yang berikut, yaitu bagi anti Christ, dalam Wahyu 14: 10- 11, mereka akan disiksa oleh api belerang, siang dan malam untuk selama- lamanya. Ini yang disebut dengan nama hukuman yang kekal.

 

Pelbagai macam tanggapan tentang hukuman kekal. Doktrin Alkitab mengenai hukuman kekal dalam api belerang (neraka) mendapat banyak sanggahan dari pelbagai pihak:

 

1.  Penganut faham Atheisme

Allah itu tidak ada, jadi dengan demikian api neraka itu hanya merupakan khayalan saja. Sorga dan neraka itu hanyalah illusi manusia belaka saja.

 

2.  Penganut faham Rationalisme

Mungkin Allah itu ada, tetapi mengenai api neraka, tidak masuk akal sama sekali.

Robert Ingersoll, seorang penganut faham ini mengatakan, bahwa api neraka itu asalnya ialah balas dendam yang pada satu pihak mengandung brutalitas dan pada fihak lain mengandung sifat pengecut. Jadi, hendaknya api neraka itu harus tidak ada dalam pikiran manusia.

 

3.  Penganut faham kasih sayang

Allah itu memang ada dan Ia adalah Allah yang mahakasih. Jadi, api neraka itu sebenarnya sangat bertentangan dengan sifat welas-asih Allah. Oleh karena itu, api neraka sebenarnya tidak ada, karena hal itu bertentangan dengan sifat welas- asih Allah.

 

4.  Penganut faham penghapusan

Suatu hari kelak Allah akan menghapuskan semua dosa dan akan memulai kembali alam semesta ini dengan yang baru. Dengan demikian, semua kejahatan akan juga dilenyapkan begitu saja, seperti sebuah tulisan dihapus bersih.

 

5.  Penganut faham hukuman sementara

Memang api neraka itu ada, tetapi itu tidak akan berlangsung untuk selama- lamanya. Ada satu ketika hukuman itu dihentikan dan orang- orang yang ada didalamnya akan dilepaskan. Jadi tidak ada hukuman yang kekal.

 

 

Hukuman kekal menurut Alkitab.

Apabila kita kembali kepada Wahyu 14: 10 -11, maka hukuman api belerang/ neraka itu bukan suatu illusi atau sementara atau main- main saja. Hukuman kekal berupa api neraka itu merupakan fakta yang tidak bisa di tentang sama sekali. Alkitab jelas mengatakan bahwa hukuman kekal itu berlangsung siang-malam, untuk selama- lamanya. Bukan untuk sementara waktu saja.

Sekalipun Allah itu kasih, tetapi Ia bukan 'mahakasih'. Alkitab mengatakan Allah itu pengasih dan penyayang serta panjang sabar. Jadi ada perbedaannya antara pengasih dan mahakasih.

 

Alkitab mengatakan bahwa

 

I.              Neraka itu sebenarnya bukan tempat buat manusia

Matius 25: 41, mengatakan bahwa api nereka itu disediakan untuk Iblis dan malaikat- malaikatnya. Tetapi karena manusia memilih untuk ikut Iblis, maka mereka juga dilemparkan kedalam api tersebut.

Yesus pernah berkata bahwa dirumah BapaKu banyak tempat (Yoh. 14: 2).

 

II.         Neraka adalah tempat api yang tidak terpadamkan

Markus 9: 42- 48, mengatakan mengenai anggota tubuh yang dibuang kedalam neraka, kedalam api yang tak terpadamkan. Hal ini diulangiNya sebanyak 3-kali.

 

III.    Neraka adalah tempat penderitaan yang luar biasa

Baca Yesaya 14: 11 !

 

IV.         Neraka adalah tempat penyesalan

Baca Lukas 16: 19- 31 !

 

V.              Neraka itu kekal

'Kekal' dalam bahasa Yunani adalah 'aionios'. Kata ini terdapat 71- kali dalam Perjanjian Baru. Diantaranya 64-kali kata ini berhubungan dengan Allah dan 7-kali berhubungan dengan neraka. Dengan kata lain, neraka itu akan terus ada selama Allah itu ada.

 

Konklusi:

Hukuman kekal itu merupakan suatu fakta dan bukan suatu khayalan atau illusi manusia.