Dosa Didalam Perumpamaan
Pendahuluan
Baca Lukas 15: 11- 16 !
Latar Belakang.
It was late winter, just a month before Jesus would be crucified. Jesus was in the region of Peraea on the eastern banks of the Jordan River near the town of Betha bara (Yos. 15: 6). That afternoon the group (tax collectors, sinners) that gathered around Jesus was relaxed, eating & drinking together.
Jesus told three short stories. The first story was of a Shepherd who lost his sheep. Then He told a story about a woman who lost a silver coin. His final story featured a lost son.
Dari perumpamaan Tuhan Yesus ini, kita dapat memperoleh suatu gambaran mengenai “dosa”.
Ada lima gambaran mengenai dosa ini:
1.1. Dosa itu melakukan keinginan sendiri (ay. 11- 12)
(Bapa berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku)
Ceritera ini diawali dengan seorang mempunyai dua anak laki- laki. Lalu satu diantara mereka, yaitu yang bungsu, berkata kepada ayahnya: ‘Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku’.
Sebenarnya, menurut tradisi, apabila kedua orang tua belum mati maka sianak tidak berhak untuk menuntut bagian harta yang menjadi haknya. Tetapi didalam perumpamaan ini Yesus mengatakan bahwa anak yang bungsu tersebut menuntut bagian harta yang menjadi haknya.
Bisa jadi sianak bungsu sudah bosan tinggal dirumah. Ia ingin bebas dan memulai suatu masa depan yang baru. Ia ingin hidup diluar kontrol dari orang tuanya. Ia mungkin sudah berencana untuk memulai suatu karier. Oleh sebab itu ia butuh modal. Dan untuk beroleh modal maka ia mendesak ayahnya untuk membagikan bagian harta yang menjadi haknya.
Pemuda yang bungsu ini tidak sabaran lagi. Ia tidak perduli lagi apakah ayahnya sudah mati atau belum, yang penting baginya adalah apa yang ia mau ia harus peroleh: “Dad, give me my share. I want you to give me my share!”
Sebenarnya pemuda bungsu ini berhak untuk menerima ‘pemberian’ (gifts) selama ayahnya belum mati. (Lihat Kejadian 25: 1- 6). Tetapi ia menuntut lebih dari itu. Ia mau supaya ayahnya memberikan bagian harta yang menjadi haknya.
Dalam perumpamaan ini Yesus mengatakan bahwa dosa itu selalu dimulai dengan melakukan keinginan kita sendiri.
Ada tiga dosa yang sehubungan dengan keinginan (1Yoh. 2 : 15 - 17):
· Keinginan daging , yaitu segala- galanya mau dicobai (makanan, sex, dll.)
· Keinginan mata, yaitu segala-galanya mau di punyai (rumah, mobil, dll.)
· Keangkuhan hidup, yaitu segala- galanya mau berkuasa (pengakuan, posisi, dll.)
1.2. Dosa itu memisahkan diri kita dari Allah (ay. 13)
(Beberapa hari .....lalu pergi kenegeri yang jauh)
Kemudian pemuda yang bungsu ini pergi kesuatu negeri yang jauh. Bangsa Yahudi, pada umumnya, adalah salah satu bangsa yang hidup dinegeri perantauan. Hal ini disebabkan karena pada zaman dahulu negeri mereka belum diakui sebagai suatu negara. Dilain pihak, karena negeri mereka sangat kecil dan sering menjadi sengketa diantara bangsa- bangsa Arab disekitarnya. Jadi sebagian besar bangsa Yahudi ini berimigrasi keluar negeri.
Apabila mereka pergi kesuatu negeri untuk menetap disana, pada umumnya,mereka membawa seluruh keluarga bersama mereka.
Tetapi didalam perumpamaan ini, sedikit berbeda dengan tradisi Yahudi. Setelah menjual seluruh warisannya, (didalam perumpamaan ini warisan itu berbentuk property- tanah) maka pemuda yang bungsu ini pergi meninggalkan sanak saudaranya, untuk memulai kehidupan yang baru disuatu negeri yang jauh.
Jadi pemuda ini memisahkan dirinya dari ayahnya.
Dalam perumpamaan ini Yesus mengatakan bahwa dosa itu selalu memisahkan diri kita dari Tuhan.
Baca Yes. 59: 2 !
Illustrasi:
1.3. Dosa membuat kita tidak pernah puas dengan diri kita sendiri (ay. 13)
(Disana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya- foya)
Ketika pemuda yang bungsu ini telah berada dinegeri yang jauh, maka ia mulai mencari kepuasan untuk dirinya sendiri. Ia memboroskan segala kekayaannya untuk memenuhi hawa nafsunya. Kemungkinan ia mulai mencari kepuasan di Night Club, Diskotek, Kasino.
Ternyata semuanya itu tidak dapat memenuhi kepuasan bagi dirinya sendiri. Segala kekayaannya tidak dapat memberikan kepuasan kepada dirinya sendiri.
Dalam perumpamaan ini Yesus mengatakan bahwa dosa itu membuat kita tidak pernah puas dengan diri kita sendiri.
contoh:
Manusia yang berdosa tidak akan pernah puas dengan dirinya sendiri:
Yang kaya kurang merasa kaya. Yang berkuasa ingin lebih berkuasa.
Kecenderungan manusia adalah mencari suatu pengakuan dari lingkungan. Bahkan dunia selalu memaksakan kita untuk tampil seperti apa yang kita saksikan melalui advertising di TV: busana, pulpen, sepatu, minuman, dll.
1.4. Dosa itu membuat kita menyia- nyiakan talenta yang Tuhan berikan (ay. 13)
(Disana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya- foya)
Pemuda yang bungsu ini memuaskan dirinya dengan memboroskan segala kekayaannya. Hal ini berbicara mengenai talenta. Uang itu selalu dihubungi dengan talenta.
Setiap manusia dibumi ini diberi oleh Tuhan masing- masing talenta (kratifitas) yang berbeda. Oleh sebab itu manusia dapat mengunakan segala sumber alam ini untuk kebutuhannya sendiri.
Dengan kemajuan technologi maka manusia tidak lagi memikirkan mengenai Tuhan. Jadi manusia zaman sekarang ini tidak percaya bahwa Allah itu ada. Mereka beranggapan bahwa Allah itu diciptakan oleh pikiran manuisa sendiri. Karena manusia selalu ingin mencari sesuatu yang spiritual/ rohani. Dan akhirnya mereka menemukan Allah melalui cara mereka sendiri.
Dalam perumpamaan ini Yesus mengatakan bahwa dosa itu membuat kita menyia- iakan talenta yang Tuhan berikan.
contoh: Manusia yang berdosa itu tidak lagi memakai talenta (kreatifitasnya) untuk memuliakan Tuhan tetapi sebaliknya: John Lenon, Jimi Hendrix, Madona, Michael Jackson, dll.
1.5. Dosa membuat status kita lebih rendah dari binatang (ay. 15- 16)
(Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang .......................)
Setelah pemuda yang bungsu ini menjadi melarat, maka ia mulai mencari pekerjaan dinegeri itu.
Pada umumnya, kalau orang sudah terikat dengan minuman keras, narkotik, drug, maka tubuhnya dan otaknya sudah mulai rusak. Secara medis orang tersebut harus didalam suatu pengobatan/ perawatan.
contoh:
Kemungkinan pemuda yang bungsu ini mengalami hal yang demikian. Sehingga ketika ia mencari pekerjaan maka tidak ada yang memberikannya. Tetapi ia hanya beroleh pekerjaan untuk memberi makan babi.
Bagi orang Yahudi, babi itu binatang yang najis. Sehingga apabila seseorang memelihara babi maka orang tersebut terkutuk. Jadi orang Yahudi tidak memelihara dan memakan babi. Jadi, pemuda yang bungsu ini tidak punya pilihan lain kecuali hidup bersama babi. Dan ketika ia lapar ia tidak diperbolehkan untuk makan makanan babi. Dengan kata lain keadaan pemuda ini sudah lebih rendah dari pada binatang dan bahkan binatang yang najis sekalipun.
Dalam perumpamaan ini Yesus mengatakan bahwa dosa itu membuat status kita lebih rendah daripada binatang sekalipun.
contoh: Manusia yang berdosa selalu hidup dengan status yang lebih rendah daripada binatang sekalipun: Movie filmstars, Dunia modern dengan istilah kumpul kebo dan pelacuran.
Pertobatan Didalam Perumpamaan
Baca Lukas 15: 17- 24 !
Ada empat langkah mengenai pertobatan:
2.1. Sadar (ay. 17)
(Lalu ia menyadari keadaannya.........)
Pada akhirnya pemuda ini menjadi sadar dengan keadaannya. Semula ia telah berpikir bahwa ia akan berhasil dengan melakukan kehendaknya sendiri. Ternyata sekarang sebaliknya, semua itu tidak membawa ia kepada kebahagian. Hidupnya penuh dengan kesengsaraan. Teman- temannya semua telah meninggalkan dia.
Dalam perumpamaan ini Yesus mengatakan bahwa pertobatan itu harus diawali dengan kesadaran diri kita sendiri.
Alkitab mengatakan bahwa ‘semua orang telah berbuat dosa’ (Rom. 3: 23).
2.2. Membuat keputusan (ay. 18)
(Aku akan bangkit dan pergi................)
Pemuda ini sampai kepada keputusannya. Ia akan bangkit dan pergi kepada bapanya.
Jadi langkah kedua dari pertobatan itu adalah mengambil keputusan untuk keluar dari keadaan atau dari dosa.
Contoh:
2.3. Melaksanakan keputusan (ay. 20)
(Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya)
Pemuda ini bukan hanya membuat keputusan saja tetapi ia melaksanakan keputusannya. Banyak orang yang sering membuat keputusan tetapi tidak melaksanakan keputusannya itu.
Jadi langkah ketiga dari pertobatan itu adalah melaksanakan keputusan yang telah kita buat.
contoh:
2.4. Mengakui kesalahan/ dosa kita (ay. 21)
(Kata anak itu kepada bapanya: Bapa, aku telah berdosa ......)
Ketika pemuda ini sampai kepada ayahnya, ia segera mengakui kesalahannya/ dosa.
Jadi langkah keempat dari pertobatan itu adalah mengakui kesalahan/ dosa kita semua.
Baca 1Yohanes 1: 9 !
Empat langkah yang dilakukan ayahnya (ay. 20):
1. Ia telah menunggu dengan penuh belas kasihan
2. Ia berlari
3. Ia merangkul
4. Ia mencium