Doa Yang di Dengar Oleh Tuhan
Pendahuluan
Dalam kenyataan banyak orang Kristen yang berdoa, tetapi hidupnya tidak pernah berhasil. Oleh karena, mereka kurang serious di dalam berdoa.
Jadi doa yang bagaimana yang di dengar/ jawab oleh Tuhan?
Baca Lukas 1: 5- 25 !
Pertanyaan:
· Berapa banyak di antara kita, yang hadir, sekarang ini, yang sudah siap untuk menerima jawaban doanya?
· Berapa banyak di antara kita, yang belum siap dengan jawaban doanya?
Zakharia pada waktu itu tidak siap dengan jawaban doanya.
Pada zaman dahulu, seorang imam yang terpilih di dalam melaksanakan tugas keimaman: masuk ke dalam Bait Suci untuk membakar ukupan adalah sesuatu yang istimewa. Mereka, yaitu para imam-imam, sebelum terpilih harus di undi terlebih dahulu.
Nah, pada suatu kali, imam Zakharia terpilih dalam undian tersebut.
Ketika ia sedang melakukan tugasnya, tiba-tiba seorang malaikat Tuhan, Gabriel, berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Tentu Zakharia menjadi sangat kaget dan takut. Lalu kemudian, malaikat berkata, bahwa “doamu telah di kabulkan”. Itulah point yang utama dari kunjungan Gabriel kepada imam Zakharia.
Imam Zakharia dan istrinya, Elisabet telah berdoa untuk seorang anak. Elisabet itu mandul. Jadi sejak mereka masih muda, mereka selalu berdoa untuk seorang keturunan bagi mereka. Tetapi doa mereka tidak pernah menjadi kenyataan. Sampai pada suatu waktu mereka berhenti berdoa untuk seorang anak.
Jadi ketika malaikat mengatakan demikian, saya percaya imam Zakharia, dalam keadaan kebinggunan, menjawab “doa yang mana?”
Pertanyaan: Pernahkan anda bayangkan, suatu kali seorang malaikat Allah datang kepada saudara, dan berkata “doamu telah di kabulkan?” Pasti kita menjawab “doa yang mana dulu?”
Kenapa kita jawab demikian?
1. karena kita mungkin tidak pernah berdoa untuk sesuatu. Yang kita lakukan pagi dan malam, adalah memberi laporan:Terima kasih Tuhan untuk............
2. karena kita mungkin berdoa tetapi sudah berhenti dengan permintaannya.
3. karena kita mungkin berdoa tetapi terlalu banyak permintaannya.
Jadi imam Zakharia bertanya kepada malaikat, ”doa yang mana?” Malaikat mengatakan, “istrimu Elisabeth akan melahirkan seorang anak laki-laki”. Oh... doa itu toh. Tetapi tidak mungkin, aku sudah terlalu tua lagi pula istriku sudah berhenti dengan haidnya. Dia sudah terlalu tua untuk mengandung.
Ada dua macam doa yang selalu di jawab oleh Tuhan:
I. Doa yang di panjatkan sesuai dengan kehendak Allah
Baca 1 Yohones 5: 14, “.....................if we ask anything according to His will, He hears us.”
Kata “hear” di sini berasal dari kata ‘Shamah’ (Ibrani) , yang berarti dua: di ‘dengar’ (to hear), di ‘kabulkan’ (to obey). Jadi penterjemah Alkitab dapat memilih salah satu dari kedua kata tersebut. Dua-duanya benar atau memiliki arti yang sama.
contoh: Ruth yang melakukan suatu perintah dari maminya.
Jadi apabila doa kita di dengar Allah berarti, doa tersebut dikabulkan.
Ketika malaikat berkata kepada Zakharia, bahwa doamu telah di dengar
(terjemahan NKJV, ‘for your prayer is heard’), berarti doamu telah di kabulkan.
Dan apabila kita berdoa tidak sesuai dengan kehendak Allah, maka doa itu tidak di dengar oleh Allah atau dengan kata lain, doa itu tidak di kabulkan.
Saya yakin lebih banyak doa kita yang tidak di dengar/ terkabul di bandingkan dengan yang di dengar/ kabulkan. Tetapi kita harus mengucap syukur untuk itu.
contoh: ceriterakan suatu pengalaman dari sebuah doa yang tidak di kabulkan, lalu kita memuji Tuhan untuk itu.
·
Alangkah indahnya, apabila setiap dari pada kita, ketika kita memanjatkan sebuah doa dan kita berdoa sesuai dengan kehendak Allah.
Sayangnya, hal demikian tidak sering terjadi. Karena Tuhan tidak selalu memberitahukan kepada seseorang kalau ia sedang berdoa sesuai dengan kehendak Allah.
contoh:
1. Zakharia dan Elisabet. Kurang lebih 25- tahun yang lalu, ketika mereka sedang berdoa kepada Tuhan untuk seorang anak, pada waktu itu mereka berdoa sesuai dengan kehendak Tuhan. Tetapi Tuhan tidak pernah memberitahukan hal tersebut kepada mereka berdua.
2. Pinjaman uang untuk renovasi gedung gereja $70,000
Jadi jangan kecil hati apabila kita tidak di beritahu kalau doa yang kita panjatkan itu sesuai dengan kehendak Allah.
Pertanyaan: Apakah mungkin apabila rohani seseorang sudah lebih dewasa maka dia akan lebih pekah untuk berdoa sesuai dengan kehendak Allah ?
Jawab: Saya yakin tidak bergantung dengan kerohaniaan seseorang.
Baca Roma 8: 26- 27 !
contoh:
Dari ayat ini maka saya berkesimpulan bahwa, berdoa sesuai dengan kehendak Allah tidak bergantung dengan rohani seseorang tetapi bergantung kepada Roh Kudus yang tinggal bersama kita. Sebab rasul Paulus pun tidak selalu tahu untuk berdoa sesuai dengan kehendak Allah. Dia selalu mengatakan, “berdoalah senantiasa”. Jadi Roh Kudus tidak memberitahukan kepada kita bahwa kita sudah berdoa menurut kehendak Allah.
Jadi point yang pertama untuk supaya doa kita di kabulkan adalah kalau kita berdoa sesuai dengan kehendak Allah.
II. Doa Yang di Panjatkan Dengan Tekun
Dari kedua perumpamaan ini, Tuhan Yesus memberikan suatu rahasia tentang doa yang di kabulkan.
2.1. Baca Lukas 11: 5- 10 !
2.2. Baca Lukas 18: 1- 8 !
Kita melihat terlebih dahulu pada ayat 8, ........ “Akan tetapi, jika Anak manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi? ”
Ayat ini berbicara mengenai dua hal: pertama, mengenai ke datanganNya kedua kali dan kedua, mengenai iman dari doa yang di kabulkan.
Contoh: Zakharia. Ketika tiba waktu bagi Zakharia untuk menerima jawaban dari doanya, ia tidak beriman lagi untuk itu. Karena ia sudah lama berhenti berdoa untuk permohonan itu. Jadi Zakharia mengatakan kepada malaikat, “Bagaimankah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya” (Luk.1:18). Jadi Zakharia tidak percaya. Sehingga ia harus membayar ketidak percayaannya dengan menjadi bisu sementara.
Jadi demikian yang Tuhan Yesus maksudkan dalam hal ini. Apabila Ia datang untuk mengenapi doa kita adakah Ia mendapati iman di dalam diri kita.
Bertolak dari kedua perumpamaan yang di atas Tuhan Yesus mengajarkan apabila seseorang memulai dengan suatu permohonan di dalam doa, maka orang tersebut harus bertekun untuk itu. Jangan berhenti di dalam permohonannya:
a. apabila kita meminta maka tetaplah terus meminta (keep on asking)
b. apabila kita mencari, maka tetaplah terus mencari (keep on seeking)
c. apabila kita mengetok, maka tetaplah terus mengetok (keep on knocking)
Semua hanya tinggal tunggu waktu saja.
2 alasan kenapa Tuhan tidak menjawab permintaan kita dengan segera:
a. keseriusan kita
b. ketekunan kita
Bertolak dari perumpamaan mengenai seorang janda yang meminta supaya perkaranya di bela, kita tahu bahwa hal ini sehubungan dengan ‘selfish’. Kalau Tuhan Yesus telah mengambil perumpamaan yang sedemikian maka berarti, doa yang mementingkan diri sendiripun akan di kabulkan. Syaratnya harus ada ketekunan dan keseriousan.
Konklusi:
Orang yang tahu berdoa pasti akan menerima berkat.
Memulai dengan permintaan kita kepada Tuhan. Dan jangan berhenti sampai doa tersebut di jawab.