(Expository Teaching Series)
Pendahuluan.
Baca 1 Samuel 16: 14- 23
Latar belakangnya:
Setelah Saul di tolak oleh Tuhan, karena ketidak taatannya (1Sam. 15: 23 b), maka sejak saat itu Roh Allah tidak lagi menyertai Saul. Karena Roh Allah tidak lagi bersama dengan Saul, maka dengan seizin Tuhan roh jahat (roh jahat yang dari pada Tuhan) selalu datang menganggu Saul. Dalam hal ini Saul mengalami mental depressi, sehingga ia selalu merasa gelisah yang terus menerus.
Dalam perikop ini kita dapat belajar tiga hal:
I. Kesuksesan itu tidak terlepas dari nasehat orang yang terdekat dengan kita
Baca 1Samuel 16: 15- 16 !
Kita tahu bahwa Allah menolak Saul karena ketidak taatannya. Apabila kita melihat kepada sejarah Perjanjian Lama, maka kita akan menemukan sbb.: Apabila seseorang telah ditolak oleh Tuhan, dan kemudian orang tersebut bertobat dan memohon ampun kepada Tuhan, maka Tuhan membatalkan hukuman atas orang tersebut:
Contoh:
Ketika Saul berbuat salah dihadapan Tuhan, ia tidak bertobat dan merendahkan dirinya dihadapan Tuhan. Oleh sebab itu, Roh Allah undur dari padanya.
Nah, yang paling menyedihkan adalah, ketika roh jahat datang menganggu Saul, maka para hamba-hamba Saul mengatakan supaya Saul mencari seorang yang pandai bermain musik sehingga roh jahat itu keluar dan ia merasa kembali nyaman (feeling good).
Dengan kata lain, para hamba-hamba Saul memberikan suatu solusi yang tidak tepat.
Seharusnya mereka berkata kepada Saul, supaya ia bertobat dan merendahkan diri di hadapan Tuhan sehingga roh jahat itu tidak lagi diam atas dirinya.
Aplikasi:
Berhati-hatilah dalam memilih teman atau sahabat dekat. Karena pandangan mereka itu sangat menentukan value kita, yang akhirnya mempengaruhi masa depan kita.
Ini yang sering terjadi, apabila seseorang yang telah berbuat salah, maka orang tersebut tidak segera bertobat, tetapi selalu mencari nasehat dengan orang-orang (hamba Tuhan) yang dapat menerima perbuatan dosanya untuk supaya ia merasa nyaman (feeling good):
Baca 1 Samuel 16: 18- 19 !
Point saya dalam hal ini adalah dimana bukan Daud sendiri yang datang kepada Saul, melainkan salah seorang dari hamba Saul yang telah menemukan Daud.
Sebagai seorang gembala, Daud juga dikenal sebagai pemusik. Setelah Daud di urapi oleh nabi Samuel, Daud diperhadapkan dengan Goliat. Kemudian setelah Daud berhasil mengalahkan Goliat, Daud tidak langsung menjadi raja, melainkan ia kembali ke padang untuk mengembalakan kambing dombanya. Dan ketika ia sedang dalam melakukan pekerjaan rutinnya, datanglah suruhan raja Saul kepada Isai (ayah Daud) untuk meminta supaya Daud di perkenankan tinggal di-istana untuk memainkan alat musik bagi raja Saul.
Jadi, dalam hal ini kita belajar, bahwa Daud tidak meng- advertizingkan talentanya melainkan orang lain, yaitu orang yang tidak dikenalnya yang mempromosikan dirinya kepada Saul. Baca Amsal 27: 1-2!
Aplikasi:
Dunia advertising selalu memperomosikan seseorang supaya menjadi serupa dengan namanya. Hollywood punya motto sbb.: “It doesn’t matter what people say about you as long as they spell your name correctly.”
Hal itu bertentang dengan firman Tuhan. Yesus berkata, “Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri ia akan ditinggikan” (Mat. 23: 12).
Apabila kita ingin ditinggikan oleh Tuhan maka kita harus belajar suatu value dalam promosi. Pemazmur katakan, “Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain” (Maz. 75: 7- 8).
Yang menarik dalam hal perikop ini adalah, ‘yang terhitung itu bukanlah seberapa banyak orang yang mengenal anda, melainkan orang yang tepat, pada waktu yang tepat, dan pada tempat yang tepat’. Dengan kata lain, sekalipun kita mempunyai banyak teman, itu bukan merupakan suatu jaminan bagi kita untuk beroleh promosi yang baik. Dan ketahuilah bahwa promosi yang baik itu hanya datang dari pada Tuhan. Kemujuran adalah persiapan yang bertemu dengan peluang.
Jadi, ada dua hal yang penting dalam ‘kemujuran’:
Ingatlah bahwa ‘opportunity’ itu selalu datang dari Tuhan.
Dengan kata lain, sebelum Daud menjadi raja, Daud di izinkan Tuhan untuk masuk ke istana raja dan tinggal disana sebagai pelayan (ayat 21-22).
Jadi, jangan pernah mempromosikan diri sendiri atau memakai advertising melalui teman-teman untuk mempromosikan talenta kita. Biarlah orang lain, yaitu orang yang tidak kita kenal, yang datang untuk mempromosikan talenta/skill kita.
Baca 1 Samuel 16: 23 !
Pertanyaan: Apakah salah apabila seseorang merasa lega dan nyaman (feeling good)?
Sebenar apabila seseorang merasa lega dan nyaman (feeling good), maka hal itu tidaklah salah. Karena Tuhan pun menginginkan supaya kita sebagai anak-anakNya dapat merasa lega dan nyaman. Dari tujuh buah Roh yang tertulis di Galatia 5: 22- 23, dua diantaranya adalah ‘damai sejahtera’, ‘sukacita’.
Jadi, merasa lega dan nyaman (feeling good) itu tidaklah salah.
Tetapi apabila kita kembali kepada 1Samuel 16: 14- 23, maka kita menemukan sesuatu yang aneh mengenai Saul.
“Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman ( Saul would feeling well), dan roh yang jahat itu undur dari padanya”.
Jadi, setiap kali Saul mendengarkan alunan suara musik yang dimainkan oleh Daud, pada mana pada saat itu hadirat Tuhan turun, maka ia merasa lega dan nyaman (feeling good).
Inilah rasa lega dan nyaman (feeling good) yang salah. Kenapa demikian?
Contoh:
Beberapa hari yang lalu, saya merasa kesakitan pada gigi dibagian belakang atas dan bawah. Setiap kali rasa itu timbul, sakit saya mengambil Panadol untuk menghilang-kan rasa sakit tersebut.
Apabila salah satu bagian dari tubuh kita sakit maka sebaiknya kita ke dokter untuk menemukan penyebabnya. Jadi, jangan bergantung dengan pain killer (seperti yang saya lakukan dengan gigi saya). Karena pain killer itu memberikan rasa nyaman (feeling good) yang sementara saja. Pain Killer itu hanya menyembunyikan rasa sakit untuk sementara saja. Apabila kita dapat menemukan penyebabnya itulah yang paling tepat.
Sebenarnya rasa sakit pada bagian tubuh kita (termasuk gigi) adalah merupakan suatu berkat, karena hal itu merupakan suatu signal bahwa ada sesuatu yang salah dengan bagian-bagian tubuh kita.
Demikian halnya dengan roh (spirit) kita. Apabila kita telah berbuat dosa yang kemudian hati nurani kita menegur tetapi kita tidak bertobat, maka roh (spirit) kita akan menjadi sakit ‘troubled spirit’ (seperti yang dialami oleh Saul). Gejala spirit yang sakit itu adalah sbb.: cepat mengalami depresi, gelisah yang terus menerus, rasa takut yang berlebihan, khawatir yang berlebihan (paranoid), kemarahan yang berlebihan, dsb.
Nah, spirit yang sakit itu sebenarnya merupakan suatu berkat, karena itu merupakan suatu cara dimana Roh Kudus memberikan suatu signal kepada kita bahwa ada sesuatu yang salah pada diri kita.
Tetapi kebanyakan orang yang mengalami a troubled spirit itu lari kepada hal-hal seperti, obat-obatan, alcohol, sex yang tidak wajar, dan gambling. Karena hal hal semacam ini akan memberikan mereka semacam ‘good feeling’, tetapi mereka tidak tahu bahwa feeling good itu hanya sementara saja, seperti yang dialami oleh Saul. Tidak lama kemudian Daud harus kembali bermain kecapinya.
Setiap kali Daud bermain musik, dan hadirat Tuhan turun, maka Saul merasa nyaman (feeling good). Sebenarnya, mental depressi yang dialami oleh Saul, solusinya bukan terletak pada alunan musik atau hadirat Tuhan, melainkan ‘pertobatan’.
Aplikasi:
Contoh:
§ Banyak juga orang Kristen, di Indonesia, yang selalu merasa nyaman kalau rumahnya dipakai untuk persekutuan doa, atau memberi persembahan kepada hamba Tuhan secara berlebihan padahal hidupnya atau rumah tangga tidak benar. Jadi, mereka merasa nyaman (feeling good) kalau rumahnya di pakai untuk persekutuan atau kalau sudah memberi kepada hamba Tuhan secara berlebihan.
Konklusi:
Rasa nyaman (feeling good) itu sebenarnya tidak salah. Tetapi rasa nyaman (feeling good), yang di alami oleh orang-orang yang melakukan kesalahan di hadapan Tuhan yang pada mana mereka tidak bertobat dan merendahkan diri, itulah yang salah.
Apabila seseorang mengalami rasa nyaman, yang timbul- tenggelam, ketahuilah bahwa itu merupakan suatu tanda bahwa spirit anda sedang mengalami trouble. Bertobatlah. 1 Yohanes 1: 9:
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Tuhan adalah setia dan adil, sehingga Tuhan akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”