Damai sejahtera Allah memelihara kamu dan Allah sumber damai sejahtera menyertaimu

(The peace of God guard your ….and the God of peace guide you)

(Filipi 4:4-9)

 

Biar tema khotbah ini menjadi pegangan kami semua dalam menjalani tahun 2005

            “The peace of God guard your heart and mind and the God of peace guide you!”

 

Saat Paulus menulis surat kepada jemaat di Filipi, jemaat ini sedang mengalami perpecahan, dan orang percaya di Roma mengalami perpecahan juga, ditambah lagi pergumulam dalam dirinya menghadapi kematiannya, karena ia sedang dipenjara. Paulus punya banyak alasan untuk kuatir, takut dan cemas, tetapi sebaliknya ia mengajarkan untuk bersuka cita agar damai sejahtera Allah memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus.

 

Suka cita kita dengan mudah dipengaruhui oleh:

1.      Keadaan

 Manusia biasanya senang bila segala sesuatu terjadi sesuai dengan keinginannya.

 Secara kenyataan kita tidak berkuasa mengendalikan seperti cuaca, lalu lintas

             atau bencana alam.

 

2.      Orang lain

Kita tidak bisa mengendalikan ucapan, tindakan dan sikap orang lain terhadap              

  kita.

 

3.      Harta benda

Tentang harta kekayaan, Tuhan Yesus pernah mengajarkan, menimbun harta     tidak bisa membuat kita merasa aman, sebab harta benda tidak bisa bertahan selamanya, dan manusia tidak akan merasa puas olehnya.

 

Rasul Paulus menulis dalam Filipi pasal ke-1 tentang pikiran yang berfokus kepada Kristus, supaya bisa memuja Tuhan. Di pasal ke-2 pikiran yang tunduk atau merendahkan diri, agar kita bisa memohon kepada Tuhan dan bergumul dengan sungguh-sungguh, dan pasal ke-3 tentang pikiran yang rohani, mengenal kebenaran, dengan demikian bisa mengucap syukur kepada Tuhan.

Filipi pasal ke-4 merupakan kesimpulan atau konklusi nasehat Paulus kepada jemaat setempat.

 

Dari Filipi 4:4-9, kita bisa mengambil 3 kesimpulan supaya damai sejahtera Allah memelihara hati dan pikiran kita, dan Allah sumber damai sejahtera menyertai kita:

 

1.      Berdoa dengan benar (ayat 6 -7)

Paulus tidak mengatakan kalau kamu kuatir doakan hal itu, melainkan ia mengajarkan 3 bagian penting dalam berdoa, yaitu: doa, permohonan dan ucapan syukur.

·        Doa

Kata doa disini berarti menyampaikan keinginan dan masalah.

Sikap doa harus memuja dan menyembah Tuhan, bisa melihat kebesaran dan kemuliaan Tuhan, menyadari bahwa Ia sanggup menyelesaikan masalah kita.

 

·        Permohonan

Menyatakan kebutuhan dan masalah kita kepada Tuhan dengan sungguh -sungguh dan bergumul (Rom.15:30, bergumul bersama dengan aku dalam doa), (Kol.4:12, bergumul dalam doa), (Ibr.5: 7, Yesus mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan)

 

·        Ucapan syukur

Mengucapkan terima kasih atas segala yang Tuhan berikan (Ef.5:20), di Kol.3:15-17, berulang-ulang dikatakan bersyukurlah. Tuhan senang sakali mendengar ucapan syukur dari anak-anakNya.

Dari 10 orang lepra yang Tuhan Yesus sembuhkan, hanya 1 orang yang kembali dan berterima kasih (Luk.17:11-19).

 

Mazmur 50:13-15,

            “Daging lembu jantankah Aku makan atau darah kambing jantankah Aku minum?

Tidak! Tetapi persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah …….dan berserulah kepadaKu pada waktu kesesakan, maka Aku akan meluputkan engkau dan engkau akan memuliakanKu”

 

Makanan kesukaan Tuhan bukan makanan dan minuman, melainkan doa dan ucapan syukur kita. Doa kita merupakan makanan yang berbau harum yang naik ke hadirat Tuhan, yang membuatNya bergairah dan lapar, sehingga menimbulkan keinginan Tuhan untuk memuaskan diriNya dengan menjawab doa dan permohonan kita, berupa perbuatan kemulian Allah.

Alkitab mencatat hal yang luar biasa, bahwa Tuhan memuaskan rasa laparNya dengan kesukaan untuk menjawab doa doa kita!

 

Jadi jalan satu-satunya memberikan makanan kesukaan Tuhan adalah berdoa.

Waktu berdoa kita seperti membawa cawan yang kosong kehadapan Tuhan, yang membuatNya bergairah untuk mengisinya dengan perbuatan kemuliaan.

 

Contoh:

·        Daniel mendapatkan damai sejahtera dengan berdoa Dan.6:10-11. Daniel berdoa , memuji dan memohon, sehingga ia mendapatkan damai waktu di-liang singa.

·        George Mueller dalam autobiografinya menulis ada doanya untuk pertobatan seseorang  selama 19 tahun belum terjawab, tidak henti-hentinya ia berdoa setiap hari, ada yang dijawab dalam 4 th, 6 th, ada yang dijawab 18 bulan. Ia berkata jangan menyerah, terus bergumul dalam doa, asalkan apa yang kita doakan untuk kemuliaan Tuhan.

·        Anak kecil berdoa minta sepeda, dengan mengancam mau melempar patung Maria.

 

 

 

 

2.     Menjaga pikiran

Yesaya 26:3, “Yang hatinya teguh, Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMulah, ia percaya.”

Damai sejahtera terjadi dalam hati dan pikiran manusia, karena pikiran yang salah menyebabkan perasaan kacau. Kita harus sadar bahwa pikiran itu nyata dan sangat kuat pengaruhnya terhadap diri kita.

2 Kor.10:5b, “kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.”

 

Ada pepatah mengatakan:

            “Menabur dalam pikiran, menuai dalam tindakan,

            menabur dalam tindakan, menuai kebiasaan,

            menabur dengan kebiasaan, menuai karakter,

            menabur dalam karakter, menuai tujuan hidup”

 

Paulus mengajarkan semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Dr. Walter Covert mengadakan survey, ternyata hanya 8% dari semua yang manusia kuatirkan, yang layak untuk dipikirkan, sisanya 92% berupa imaginasi, hal yang tidak pernah terjadi atau sesuatu yang diluar control manusia.

Dalam 1Kor.11:3, rasul Palus takut kalau-kalau pikiran jemaat Korintus disesatkan dari kesetiaan mereka kepada Kristus, seperti Hawa disesatkan oleh ular.

 

Biar kita belajar dan menjadikan kebiasaan kita:

a)      Berdoa dan menaklukkan pikiran kita kepada Kristus setiap pagi (Rom.12:2)

Serahkan kepada Tuhan tubuh, pikiran dan kemauan kita setiap hari dengan iman.

b)      Ijinkan Roh Kudus memperbaharui pikiran kita dengan firman Tuhan

c)      Setiap kali berdoa, doakan agar kita memiliki pikiran yang fokus kepada Tuhan (bukan pikiran yang hanya memikirkan diri sendiri), pikiran yang tunduk atau rendah hati, pikiran yang rohani dan tenang.

d)      Menjaga pintu gerbang pikiran kita, hanya segala yang benar……… yang boleh memasuki pikiran kita.

e)      Setiap hari mengadakan inventori pikiran, bila ada sesuatu yang tidak layak, mengaku dosa dan minta ampun dihadapan Tuhan (1Yoh.1:9).

 

3.      Hidup dengan benar atau menjaga kehidupan (4:9)

Kita tidak bisa memisahkan tindakan yang kelihatan dari sikap hati. Dosa mengakibatkan rasa tidak tenang (kecuali hati nurani sudah mati), dan kesucian, kekudusan menghasilkan damai sejahtera.

Yesaya 32:17, dikatakan, “dimana ada kebenaran disitu akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran adalah ketenangan dan ketenteraman.”

Paulus membagi menjadi 4 bagian untuk hidup dengan benar, yaitu belajar dan menerima, mendengar dan melihat. Kebenaran harus dipelajari dan diterima, bekerja dalam diri atau menjadi bagian dari kehidupan kita. Mempelajari dengan pikiran dan kebenaran hanya sampai dipikiran tidak cukup, tetapi harus diterima dalam hati, ini yang merubah manusia lama.

Paulus tidak hanya mengajar, tetapi orang-orang selain mendengar kebenaran, bisa melihat perbuatannya, dan ini yang Paulus inginkan dalam kehidupan semua orang percaya. (Yakobus 1:22).

 

 

Konklusi:

Dalam Kolose 3:15, “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, untuk itulah kamu telah dipanggil dan menjadi satu tubuh.”

Selama kita berjalan dalam kehendak Tuhan, maka damai sejahtera Allah bersama kita, sebaliknya, diluar kehendak Allah maka kita kehilangan damai sejahtera.

Pertahankanlah damai sejahtera Allah dalam kehidupan melalui