Apabila kita mempelajari doa- doa yang terdapat didalam Alkitab, kita akan menjumpai satu jenis doa yang lain, yaitu: berdoa sambil memohon tanda dari Tuhan. Hari ini kita pelajari dua tokoh Alkitab yang menaikkan doa minta tanda seperti itu:
I. Hamba Abraham (Kejadian 24: 10- 21)
Abraham menginginkan seorang istri untuk anaknya, lalu ia mengutus hambanya untuk mencari seorang gadis, dari tanah airnya, yang cocok untuk dijadikan menantu. Maka berangkatlah hamba Abraham itu kedaerah dimana Nahor tinggal, karena memang begitulah niat Abraham, yaitu mencari mennatu dari fihak sanak familinya sendiri.
Perjalanan yang jauh dan melelahkan itu berlangsung cukup lama dengan rombongan yang terdiri dari 10 unta yang membawa pelbagai macam bekal dan perlengkapan.
Sesampainya di tempat yang dituju, hamba Abraham ini berdoa minta tanda dari pada Tuhan, dan tanda yang diminta bukanlah tanda yang mudah:
· Ia minta minum, gadis itu bersedia memberi minum (ramah)
· Gadis itu harus juga mau memberi minum 10 unta- untanya (ini amat sulit! Unta adalah hewan doyan minum, satu kali minum bisa 20 lt. Jadi kita bisa bayangkan betapa lelahnya gadis ini menimba air dari sumur untuk memberi minum 10 unta).
Kejadian 24: 16- gadis yang bernama Ribka itu sangat cantik parasnya. Biasanya kalau ‘sangat cantik’ ada saja prilakunya yang aneh bukan ? Jadi, tanda yang diminta oleh hamba Abraham ini sungguh luar biasa, bahkan hampir mustahil.
Tetapi Tuhan mengabulkan permohonannya.
II. Gideon (Hakim 6: 15- 40)
Pada zaman Gideon bangsa Israel mengalami tekanan berat di bawah penguasaan bangsa Midian selama 7- tahun yang membuat mereka melarat dan sangat sengsara. Maka berserulah bangsa Israel kepada Tuhan dan Malaikat Tuhan datang kepada Gideon serta memanggilnya untuk bangkit memimpin bangsa Israel melawan Midian.
Gideon merasa kecil dan tidak berarti (Hak. 6: 15), maka ia meminta tanda (Hak. 6: 17). Dan permohonan tanda itu dikabulkan oleh Tuhan (Hak. 6: 21): makanan yang disajikan itu dimakan oleh api yang keluar dari batu.
Tetapi kemudian Gideon meminta dua tanda lagi dari Tuhan, dan dua – duanya di kabulkan oleh Tuhan.
Mari kita periksa tanda- tanda yang berikut (Hak. 6: 36- 40):
· Gideon meletakkan guntingan bulu domba dan minta supaya esoknya bulu itu basah kena embun, tetapi sekelilingnya kering sama sekali. Ini merupakan permohonan yang melanggar hukum alam, tetapi dikabulkan oleh Tuhan!
· Gideon, selanjutnya memohon untuk sebaliknya: bulu domba itu kering sama sekali, tetapi sekelilingnya basah oleh embun. Itupun Allah kabulkan.
Jadi, semua tanda yang telah diminta oleh Gideon itu amat sulit, hampir mustahil, tetapi Allah mengabulkannya.
Tuhan Yesus tidak mau memberikan tanda! Juga di dalam Alkitab hanya sedikit saja tokoh yang cara doanya meminta tanda dari Tuhan.
Kita sekarang sudah punya:
· Alkitab (Firman Allah, sebagai pedoman)
Contoh:
· Roh Kudus (Roh Kebenaran, Pembimbing)
Contoh:
· Hamba Tuhan (sebagai konfermasi)
Contoh:
Sedikit- sedikit berdoa minta tanda adalah bahaya dan menunjukkan adanya gejala: kurang iman!
Kalau kia pelajari latar belakang dua bagian Alkitab dimana tokohnya minta tanda dalam doa, yaitu: Hamba Abraham dan Gideon, maka kita dapati setting background yang sama: pergumulan yang berat yang sednag mereka hadapi.
Jadi dari sini kita bisa menarik suatu kesimpulan bahwa Doa minta tanda hanya dapat dinaikkan apabila memang sedang menghadapi sebuah pergumulan berat, dimana kita benar- benar memerlukan sebuah jawaban yang istimewa dari pada Tuhan secara khusus.
Contoh:
C. Tanda Bagaiamana yang dapat diminta?
Dari dua case study dalam Kejadian 24 dan Hakim- hakim 6, kita melihat bahwa tanda yang diminta itu boleh dikatakan hampir mustahil! Jadi, kalau itu bisa terjadi, ini semata- mata hanya karena mujizat dan kemurahan Tuhan semata!
Contoh:
Konklusi:
Berdoa minta tanda kepada Tuhan jangan dijadikan sebagai pola doa orang Kristen, tetapi hendaknya hal ini dijadikan sebagai suatu kekecualian saja yang dapat dipraktekkan di suatu waktu dalam pergumulan hidup kita yang sangat berat.