Belajar mempercayai Tuhan
(Learning to trust God)
Baca Bil. 23:19 !
Suatu kali seorang ayah meletakkan anak lelakinya, Sammy, diatas sebuah balkon yang berketinggian kurang lebih 2,5 meter. Kemudian ayah tersebut menyuruh anaknya, Sammy, ini untuk melompat kebawah: ’Ayo, lompat Sammy. Aku akan menerima kamu dibawah ini’. Kemudian Sammy berkata ‘Aku takut’. ‘Jangan takut, Sammy, kamu harus percaya kepadaku’, jawab sang ayah. Setelah berkali- kali ayahnya membujuk Sammy untuk melompat, akhirnya Sammy memberanikan diri untuk melompat. Ketika Sammy melompat, maka ayahnya segera bergeser kesamping, sehingga Sammy jatuh dan terluka. Sambil memeluk Sammy yang sedang menangis, sang ayah berkata, ‘Ini sesuatu pelajaran bagi kamu, Sam.... supaya dikemudian hari kamu tidak gampang percaya kepada seseorang’.
Didalam kehidupan sehari-hari, kita tidak luput dari rasa disakiti, dan ditolak baik itu oleh teman ataupun keluarga kita. Sehingga akibat semua ini timbullah suatu perasaan yang membuat kita untuk tidak gampang mempercayai orang lain, diri kita sendiri bahkan hidup ini. Akhirnya, manifestasinya sampai kepada tidak percaya kepada ‘Allah yang hidup’.
Sebenarnya bagi mereka yang gagal mempercayai Tuhan, adalah ‘dosa’ (Rom.14:23). Kelihatannya pernyataan ini terlalu keras, tetapi itu kebenaran! Karena Alkitab tidak pernah memberikan suatu ‘excuse’ bagi orang- orang yang kurang beriman.
Contoh.
· Markus 4: 35- 40!, khususnya pada ayat 40
· Matius 14 :22- 31!, khususnya pada ayat 31
Pertanyaan: Kenapa kita harus mempercayai Tuhan ?
Mazmur 89 : 34 : “Tetapi kasih setiaKu tidak akan Kujauhkan dari pada Daud dan Aku, Tuhan, tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaanKu”
Jawab: Karena Allah adalah Allah yang tidak pernah berlaku curang. Bukan hanya dalam kesetiaanNya saja juga dalam segala janjiNya.
Telah cukup banyak bukti didalam firman Allah yang mengatakan bahwa Allah itu setia. Antara lain, yaitu
Perjanjian Lama:
· Ula. 7 : 9
· Maz. 33: 4 ........He is faithful in all His does
· Maz. 145: 13b .......He is faithful in all His words
· Maz. 146: 6b
· Isa. 49: 7
Perjanjian Baru:
· 1 Kor. 10 : 13
· 2 Tes. 3: 3
· 2 Tim. 2 : 13
· 1Yoh. 1 : 9
· Ibr. 10 : 23
Bagi seseorang, didalam situasi yang sukar, untuk dapat percaya kepada Tuhan itu tidak gampang. Lebih gampang bagi seseorang itu mempercayai Tuhan apabila segala sesuatu sedang berjalan dengan baik, seumpama
· keuangan lancar
· sudah ketemu jodoh
· usaha berjalan baik
· ujian telah diselesaikan dengan baik, dll.
Tetapi didalam kehidupan kita sebagai orang percaya, ternyata segala sesuatu itu tidak selalu mulus atau lancar. Sering sekali masalah itu muncul.
Perhatikan. Ketika Allah menyuruh Abraham keluar dari tanah airnya, untuk tinggal menetap di negeri Kanaan, Ia tidak pernah mengatakan kepada Abraham bahwa di negeri itu akan terjadi musim kelaparan. Hal yang sama, ketika Allah memerintahkan Musa untuk mengutus beberapa orang supaya mengintai negeri Kanaan, Allah tidak pernah mengatakan bahwa di negeri itu hidup orang- orang keturunan raksasa. Dengan kata lain, sekali- kali Allah tidak pernah mengatakan bahwa didalam hidup kita, sebagai orang percaya, tidak ada masalah atau tantangan.
Sebuah pribahasa yang mengatakan, ‘Kita tidak dapat melarang atau menghindari untuk seekor burung terbang melintasi kepala kita. Tetapi yang kita dapat hindari adalah kalau burung tersebut membuat sarang diatas kepala kita’. Dengan kata lain, kita tidak dapat menghindari masalah dalam hidup kita. Tetapi yang kita dapat hindari adalah supaya masalah itu tidak tinggal didalam hidup kita. Amen ?
Jadi masalah itu tidak dapat kita hindari!
Sekarang yang perlu kita ketahui adalah dimana setiap kali ketika kita sedang diperhadapkan kepada suatu masalah, Allah tetap bersama kita.!
Saudara/i ku yang di kasihi di dalam Yesus, marilah kita selalu bersandar dan berharap serta percaya sepenuhnya kepada Allah yang hidup, yaitu Yesus Kristus. Apapun yang terjadi di dalam tahun 1996 ini, marilah kita selalu memandang kepada Yesus. Amen?
Allah mengasihi dan memberkati anda sekalian!