Bagaimana mengatasi Kekecewaan ?
Pendahuluan.
Setiap orang dapat mengalami kekecewaan dalam hidupnya.
Agus Budiman: “Seseorang dapat di kenal sebagai “man of faith” , apabila kita sudah dapat mengetahui ‘faktor’ apa yang menyebabkan dia menjadi kecewa.”
Baca Kisah Para Rasul 27: 10- 26 !
Dari pristiwa ini kita dapat belajar dua hal :
I. Tetap jangan kecewa sekalipun kita ditolak (ay. 10- 12)
Sebelum mereka malanjutkan perjalanan menuju ke Roma, ketika mereka sedang berlabuh di Pelabuhan Indah, dekat sebuah kota bernama, Lasea, rasul Paulus menyarankan untuk tidak melanjutkan perjalanan dulu, karena melihat cuaca yang buruk. Tetapi perwira Roma itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan rasul Paulus. Sehingga mereka memutuskan melanjutkan pelayarannya.
Setiap orang dapat mengalami kekecewaan dalam hidupnya. Bahkan apabila kita memiliki suatu usul, dan kemudian usul kita itu di tolak.
contoh:
Perhatikan: Kebanyakan kekecewaan itu datang bukan dari kalangan luar, melainkan dari orang dalam sendiri, yaitu saudara seiman.
Bukti: baca Nehemia 4 !
a. Orang Yehuda (Neh. 4: 10 )
Sebelum Yakup meninggal, ia memanggil ke dua belas anak-anaknya, dan ( mengatakan sesuatu yang akan mereka alami dikemudian hari. Kepada Yehuda, Yakup mengatakan bahwa keturunannya (suku Yehuda) akan menjadi pemimpin diantara saudara-saudaranya (Kejadian 49: 8). Bahkan Yakup menambahkan bahwa dari keturunannya akan lahir Juruslamat, Messiah (Kejadian 49: 10).
Jadi bayangkan, bahwa dari suku yang telah dipilih menjadi pemimpin di antara saudara-saudaranya, dan dari suku di mana Messiah, Tuhan Yesus, akan lahir , ternyata suku ini yang membawa kata-kata discouragement kepada seluruh pasukan yang bertugas pada waktu itu.
b. Orang- orang Yahudi sendiri (Neh. 4: 11- 12)
Discouragement yang kedua datang dari orang-orang Yahudi yang tinggal di sekitar musuh-musuh mereka. Mereka mendengar suatu ancaman daripada musuh mereka, setiap hari (ay.11). Dan akhirnya mereka datang untuk memperingatkan Nehemia. Hal itu mereka lakukan sepuluh kali (ay. 12).
Aplikasi: Kekecewaan itu selalu datang dari orang dalam. Dengan kata lain dari kalangan saudara seiman, atau se pelayanan.
Jadi yang membuat Nehemia discourage adalah suku Yehuda dan kedua, orang-orang Yahudi sendiri.
Ada tiga penyebab kekecewaan dalam hidup kita:
1.1. Kelelahan Tubuh (Neh. 4: 10 a, Kis. 27: 18, 19, 21)
Karena mereka telah bekerja dengan waktu yang panjang, tanpa istirahat yang cukup, maka mereka menjadi lelah. Dengan demikian mereka sudah kehilangan kekuatan.
Aplikasi: Kelelahan tubuh dapat menpengaruhi emosi seseorang sehingga membuat seseorang itu menjadi cepat putus -asa.
1.2. Kehilangan Visi (Neh. 4: 10 b, Kis. 27: 15 - 17)
Selain mereka sudah sangat lelah, secara fisik, kemudian mereka melihat di sekitar mereka di mana masih banyak puing = sampah(rubbish).
Illustrasi:
Suatu kali ada dua tukang bangunan yang sedang bekerja. Kemudian datang seorang touris dan bertanya kepada salah seorang dari tukang bangunan tersebut, “ Apa yang kamu sedang lakukan?” . Jawab tukang bangunan, “Saya sedang menyusun batu bata.” Kemudian touris itu datang kepada tukang bangunan yang seorang lagi dengan pertanyaan yang sama. “Saya sedang membangun sebuah Kathedral”, jawab tukang bangunan.
Kedua tukang bangunan tersebut sedang melakukan pekerjaan yang sama. Tetapi jawaban dari setiap mereka itu berbeda. Yang seorang sudah melihat kepada suatu visi. Sedangkan yang lain tidak.
Aplikasi: Seseorang cepat putus-asa apabila ia tidak dapat melihat kepada suatu visi.
(Some of you are involved in jobs right now that are very demanding- even threatening- and there are difficult people to work with. Or may be the tasks seem endless. You can easily begin to lose the whole vision of your work because of the ‘rubbish’ surrounding you)
1.3. Kehilangan Security (Neh. 4: 11- 12, Kis. 27: 19- 20)
Telah di laporkan kepada Nehemia bahwa, musuh- musuh mereka akan masuk di tengah-tengah mereka, lalu membunuh mereka dan memberhentikan pekerjaan mereka. Bahkan musuh-musuh mereka akan menyerang tempat -tempat tinggal mereka juga. Ancaman semacam itu menimbulkan rasa khawatir di antara orang-orang Yehuda dan orang-orang Yahudi lainnya. Dengan demikian mereka menjadi putus-asa.
Aplikasi: Seseorang cepat putus-asa apabila ia merasa tidak secure.
(There are many areas of life that we hang onto for tangible security. One area is our jobs. Or another familiar security blanket is close friends and familiar circumstances)
II. Tetap jangan kecewa sekalipun sudah hilang harapan (ay. 20- 25)
Sekalipun sudah putus harapan bagi mereka untuk menyelamatkan diri, tetapi rasul Paulus tidak putus- asa. Di tengah-tengah kesukaran yang besar rasul Paulus, yang sudah ditolak dari semula, berdiri. Ia memberikan suatu semangat kepada mereka semua. Ia melihat suatu kesempatan ditengah- tengah kesukaran.
Semangat yang rasul Paulus miliki itu berdasarkan ayat 25, “Aku percaya kepada Allah”. Bagi rasul Paulus, setiap masalah itu adalah suatu kesempatan untuk melihat kuasa Allah bekerja.
Aplikasi: Berapa banyak diantara kita yang masih percaya kepada Allah, di tengah-tengah penderitaan, kesukaran atau masalah kita?.
(Terangkan kata “Trust” dan “Believe in”)
Ada empat langkah untuk mengatasi kekecewaan:
2.1. Beristirahat sebentar dari semua aktivitas (Neh. 4: 13)
Nehemia mengumpulkan semua para pekerja menurut kaum keluarganya. Semula mereka tercerai- berai. Kemudian dikumpulkan kembali. Mereka di tempatkan menurut dimana keluarga mereka tinggal.
Perhatikan: Ketika Nehemia sedang mempersatukan kembali orang-orangnya menurut kaum keluarga mereka masing-masing, dia memberhentikan semua aktivitas.
Aplikasi: Untuk mengatasi discouragement, maka seseorang itu perlu untuk beristirahat ‘sebentar’ dari semua aktivitasnya.
2.2. Berfokus Kembali Kepada Tuhan (Neh. 4: 14)
Salah satu faktor yang membuat mereka discourage adalah ketika mereka melihat kepada rubbish (puing-puing). Nehemia mengendalihkan pandangan mereka kembali kepada Tuhan. Dia mengingatkan kembali kebesaran Tuhan.
Aplikasi: Untuk mengatasi discouragement, maka seseorang itu perlu kembali mengingat akan kebesaran Allah. Dengan kata lain, ambil waktu berdoa dan membaca firman Tuhan.
2.3. Menghadapi Kenyataan Dengan Bertindak (Neh. 4: 14, 16, 17)
Nehemia meminta supaya orang-orang Yehuda dan Yahudi siap untuk berperang melawan musuh-musuh mereka.
Aplikasi: Setelah beristirahat sebentar dari semua aktivitas, kemudian berdoa dan membaca firman dan selanjutnya kita harus menghadapi kenyataan, dengan jalan bertindak.
Ada dua golongan orang kristen:
a. Selalu beriman tanpa menghadapi kenyataan.
b. Selalu menghadapi kenyataan tanpa iman.
Illustrasi:
24. Mencari Sahabat Dekat (Neh. 4: 19- 20)
Setelah Nehemia meminta mereka supaya siap menghadapi kenyataan, dia memberi satu syarat yaitu, “Kalau kamu mendengar bunyi sangkala di suatu tempat, berkumpulah ke sana mendapatkan kami. Allah kita akan berperang bagi kita.” Dengan kata lain, mereka tidak boleh berperang dengan sendiri. Jadi mereka harus bertemu disatu tempat, dan apabila mereka telah menjadi satu kesatuan maka Allah akan berperang bagi mereka.
Aplikasi: Seseorang cepat menjadi putus-asa apabila ia tidak mempunyai sahabat yang dekat. Setelah kita berhenti dari semua aktivitas kita, kita perlu berdiam diri mencari wajah Tuhan, untuk mengingat kembali kebesaranNya. Kemudian kita perlu bertindak untuk menghadapi kenyataan. Tetapi sebelumnya kita harus mempunyai sahabat dekat. Sehingga melalui seorang sahabat kita beroleh kekuatan lagi. Baca Amsal 18: 24, 17: 17 !
Illustrasi: Daud - Jonathan, Nabi Elia - Elisha
Konklusi: