Bagaimana Mencapai kesuksessan di dalam study Anda ?
Pendahuluan
Baca Markus 2 : 1 - 5 !
Dari pristiwa, Markus 2 : 1 - 5, ini kita dapat belajar mengenai, “Bagaimana seseorang itu dapat berhasil didalam study/ hidupnya ?.”
Ada enam cara untuk seseorang itu dapat sukses di dalam studynya :
1. Tetapkan goal anda
“ Sementara Yesus memberitakan firman kepada mereka (orang banyak yang hadir pada waktu itu), ada orang- orang datang membawa kepadaNya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang “ (ay. 2b - 3)
Disini dijelaskan bahwa pada waktu itu ada empat orang datang kepada Yesus dengan membawa seorang yang lumpuh. Dengan kata lain keempat orang ini mempunyai suatu goal. Dan goal mereka itu sama, yaitu membawa seorang lumpuh kepada Yesus agar supaya disembuhkan.
Setiap orang yang mau berhasil didalam hidupnya (study, business, kedokteran, penyelidikan, pendidikan, dll.), pertama-tama mereka harus menetapkan atau mempunyai ‘goal’ (sasaran). Karena tanpa ‘goal’ seseorang itu
a. Tidak mengetahui dengan jelas apa yang harus ia selesaikan terlebih dahulu ( tidak dapat menentukan prioritasnya )
contoh. Prioritas dalam waktu
Didalam kita mempergunakan waktu kita harus bersandar kepada ’prioritas’.
Ketika Yesus memutuskan untuk pergi ke Yarusalem supaya dapat menghadiri hari raya paskah orang Yahudi, ditengah jalan Ia bertemu dengan seorang buta yang bernama, Bartimeus. Ketika Bartimeus mendengar Yesus bersama dengan muridNya lewat maka ia berteriak untuk meminta supaya Yesus berhenti dan menjamah dia supaya sembuh. Tetapi diantara murid Yesus sendiri ada yang menghalangi Yesus supaya berhenti untuk menyembuhkan Bartimeus. Lalu Yesus berhenti dan menyuruh orang supaya membawa Bartimeus kepadaNya. Kemudian Yesus melanjutkan perjalananNya menuju ke Yarusalem. Dan setelah Ia melewati sebuah kota yang bernama Yerikho, maka Yesus menemukan seorang yang bernama, Zakheus. Lalu Ia memutuskan untuk tinggal bermalam di rumah Zakheus.
Dari kejadian ini dapat kita simpulkan bahwa Yesus dapat membedakan antara yang ‘harus’ Ia kerjakan dengan yang ‘ingin’ Ia kerja.
Jadi, disatu pihak, Yesus ingin berada di Yarusalem pada waktu hari raya paskah orang Yahudi, tetapi dipihak yang lain, dalam perjalananNya menuju kesana Ia harus melayani dan menyembuhkan orang sakit. Yesus tahu goal atau misi utamaNya.
(Didalam menggunakan waktu kita harus punya prioritas. Yang mana ‘harus’ dilakukan dan yang mana ‘ingin’ kita lakukan)
b. Tidak dapat tinggal didalam disiplin
contoh:
Pepatah orang sukses, ‘orang- orang yang sukses berdisiplin; orang- orang yang gagal menurut kehendak hati’.
Jadi goal itu sangat membantu bahkan memegang peranan yang utama didalam keberhasilan seseorang.
2. Memiliki keyakinan untuk berhasil
“Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada Yesus karena orang banyak itu,...” (ay.4a)
Ketika keempat orang ini membawa seorang lumpuh diatas sebuah tilam, mereka melihat suatu kesulitan atau jalan buntu untuk dapat membawa orang lumpuh ini masuk kedalam rumah.
Hal yang paling penting di dalam memperoleh kesuksesan adalah kita harus memilik kepercayaan bahwa kita dapat melakukan. Dengan kata lain kita harus memiliki iman.
Iman itu selalu bertentangan dengan kenyataan. Oleh sebab itu iman boleh di
definisikan, sbb.
a. “Percaya kepada sesuatu yang tidak masuk akal”
b. “Melihat kepada sesuatu yang belum kelihatan”
c. “Di tengah- tengah ketidak mungkinan, kita mengatakan mungkin”
Heather Whitestone mengatakan, “the biggest handicap in the world is negative thinking.”
Kenapa demikian?
a. Pikiran negatif itu secara tidak di sadari, dibawa alam tidak sadar kita, sudah menciptakan / melahirkan benih kegagalan.
Untuk mengalahkan hal yang demikian maka di perlukan pikiran yang positif, yaitu melihat kepada sesuatu yang belum kelihatan. Pecaya bahwa kita pasti dapat melakukannya.
b. Pikiran yang negatif itu selalu menjauhkan kita dari gairah untuk berjuang.
Pepatah orang sukses, ‘orang- orang yang sukses melihat cahaya dalam kegelapan; orang- orang yang gagal hanya melihat kegelapan.’
contoh. Pelajaran (subjek) yang sangat sulit
Jadi apabila kita mau sukses di dalam study, maka kita memiliki keyakinan untuk suksess. Kita melihat terang didalam kegelapan. Karena bagi kita tidak ada yang mustahil (Mat.17: 20; Mar. 9: 23).
3. Berpikir laterally (Tidak gampang menyerah)
“Tetapi mereka tidak dapat membawanya (orang lumpuh ini) kepadaNya (Yesus) karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang diatasNya (tepat dimana Tuhan Yesus sedang berdiri)” ay. 2: 4a.
Didalam kejadian ini keempat orang tersebut mereka melihat jalan buntu. Tetapi mereka tidak mau menyerah oleh keadaan. Mereka tidak menunggu sampai sepi (orang banyak bubar). Mereka tidak menunggu dilain kesempatan. Tetapi mereka mencari suatu cara supaya orang lumpuh ini dapat sampai kepada Yesus.
Salah satu kunci supaya dapat sampai kepada kesuksesan adalah berpikir laterally. Artinya, kita harus selalu terbuka dengan ide-ide yang baru. Kita harus selalu mencari cara-cara yang lain di dalam mengerjakan sesuatu.
Jangan gampang percaya dengan satu cara saja di dalam mengerjakan atau di dalam mengerti sesuatu. Melainkan kita harus percaya bahwa ada cara lain yang lebih baik di dalam mengerjakan atau mengerti akan sesuatu.
contoh. Cara belajar yang lebih baik
Salah satu ciri khas orang yang berpikiran laterally, adalah orang yang memiliki karekter yang tidak gampang menyerah.
Mereka selalu percaya dimana akan selalu ada jawaban atau jalan keluar dari suatu persoalan.
Jadi kunci ketiga supaya kita dapat berhasil di dalam study kita adalah memiliki pikiran yang laterally. Tidak gamang menyerah dengan keadaan.
4. Commitment
“Tetapi mereka tidak dapat membawanya (orang lumpuh ini) kepadaNya (Yesus) karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang diatasNya (tepat dimana Tuhan Yesus sedang berdiri)” ay. 2: 4a
Dari ayat ini jelas kita ketahui bahwa keempat orang ini telah ‘bertekat bulat’ supaya orang lumpuh ini sembuh. Kalau tidak, kenapa mereka telah memilih untuk naik keatap rumah dan membongkarnya. Jadi tanpa suatu ‘tekat yang bulat’ atau ‘commitment’, orang yang lumpuh ini tidak akan sampai kepada Yesus.
Commitment adalah salah satu faktor yang sangat penting supaya kita dapat mencapai kepada kesuksesan.
Defenisi dari commitment adalah mengikatkan diri kita kepada seseorang atau kepada sesuatu yang telah kita putuskan.
contoh:
Sebagai mahasiswa, supaya kita dapat beroleh sarjana penuh, maka kita harus mengikatkan diri kita kepada jurusan yang kita mau ambil dengan jalan menghadiri semua mata pelajaran kuliah, lalu mengerjakan semua tugas- tugas atau project dan kemudian kita belajar dengan sungguh- sungguh dari semua subject yang akan diuji, supaya lulus. Itulah yang disebut commitment.
Orang yang selalu gagal dalam hidup- atau studinya adalah orang yang tidak mempunyai commiment dalam hidupnya.
contoh. Tekat untuk menyelesaikan semua subjek
5. Berani membayar harganya
“Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepadaNya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang diatasNya” ay. 2: 4a
Disini telah dijelaskan, bahwa ketika keempat orang ini melihat jalan buntu, maka mereka berempat sampai kepada suatu keputusan untuk membuka atap rumah orang. ( Jelaskan keadaan rumah mereka pada zaman itu !)
Dengan kata lain keempat orang ini telah berani untuk mengambil suatu resiko bersama :
· tidak takut untuk ditegor dihadapan orang banyak.
contoh.
· tidak takut untuk ditolak oleh orang banyak bahkan olehYesus.
contoh.
· tidak takut untuk jatuh kebawa.
contoh.
· tidak takut untuk membayar ongkos perbaikan atap rumah tersebut.
contoh.
Jadi untuk seseorang itu dapat sukses di dalam studynya, maka ia harus berani membayar harganya.
contoh. Di ketawai oleh orang lain karena tekat belajar kita
Pepatah orang yang sukses,
‘orang- orang yang sukses berpendirian teguh; orang- orang yang gagal mudah goyah.’
6. Bekerja sama satu sama lain
“Sesudah terbuka (atap rumah tersebut) mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring” ay. 2: 4b.
Setelah keempat orang ini membongkar atap rumah maka mereka harus menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Dan supaya orang lumpuh ini dapat sampai kebawah dalam keadaan tetap terbaring diatas tilamnya, maka dibutuhkan ‘kerja sama’ yang baik diantara keempat orang ini.
Kerja sama ini antara lain adalah, seperti
· Komunikasi
contoh.
· Kerendahan hati
contoh.
· Keinginan untuk bertanya
contoh.
Jadi untuk seseorang itu dapat sukses dalam studynya, maka ia harus dapat bekerja sama dengan yang lain.
contoh. Jangan segan bertanya kepada siapapun
Konklusi: