Bagaimana  Mencapai  Goal  Anda ?

 

 

 

Pendahuluan.

 

Baca  Markus 2 : 1 - 5 !

 

 

Setiap orang yang mau berhasil didalam hidupnya (study, business, kedokteran, penyelidikan, pendidikan, dll.) harus mempunyai ‘goal’ (sasaran). Karena  tanpa ‘goal’   seseorang itu

1.      Tidak mengetahui dengan jelas apa yang harus ia selesaikan terlebih dahulu ( tidak dapat membedakan mana yang prioritas ).

2.      Tidak dapat  tinggal didalam disiplin ( Rom.7 : 18 - 20).

 

Jadi goal itu sangat membantu bahkan memegang peranan yang utama didalam keberhasilan seseorang.

 

 

Dari pristiwa, Markus 2 : 1- 5,  ini kita dapat belajar mengenai,  “Bagaimana seseorang itu dapat sampai kepada ‘sasaran’ (goal) didalam hidupnya ?.”

 

 

Ada lima cara untuk seseorang itu dapat sampai kepada goalnya :

 

1. Membawa goal (sasaran) kita kepada Yesus

 

‘ Sementara Yesus memberitakan firman kepada mereka (orang banyak yang hadir pada waktu itu), ada orang- orang datang membawa kepadaNya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang ’ (Mark.2 :2b - 3).

 

Disini dijelaskan bahwa pada waktu itu ada empat orang datang kepada Yesus dengan membawa seorang yang lumpuh. Dengan kata lain keempat orang ini mempunyai suatu goal. Dan goal mereka itu sama, yaitu membawa seorang lumpuh kepada Yesus agar supaya disembuhkan.

 

Jadi untuk seseorang itu dapat sampai kepada goalnya, maka ia harus pertama- tama membawa goalnya kepada Yesus.

 

Sering sekali ‘misi/ visi’  yang kita miliki didalam hidup kita itu sesuatu yang kelihatannya ‘tidak mungkin’ (mission impossible).

contoh:

 

 

Ketika keempat orang ini membawa seorang lumpuh diatas sebuah tilam,  mereka melihat suatu kesulitan atau jalan buntu untuk dapat membawa orang lumpuh ini  masuk kedalam rumah.

 

Pepatah orang sukses, ‘orang- orang  yang sukses melihat cahaya dalam kegelapan; orang- orang yang gagal hanya melihat kegelapan.’

 

Jadi apabila kita membawa goal kita kepada Yesus, maka kita akan melihat terang didalam kegelapan. Karena bagi Allah tidak ada yang mustahil.

 

 

2. Waktu

 

“Tetapi mereka tidak dapat membawanya (orang lumpuh ini) kepadaNya (Yesus) karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang diatasNya (tepat dimana Tuhan Yesus sedang berdiri)”  (Mark. 2: 4a).

 

Didalam kejadian ini keempat orang tersebut tidak menunda waktu. Sekalipun mereka melihat jalan buntu.  Dengan kata lain mereka itu tidak menunggu sampai sepi (orang banyak bubar). Mereka tidak  menunda waktu yang ada  dengan jalan menunggu dilain kesempatan. Tetapi mereka membawa orang lumpuh ini seketika itu juga.

 

‘Waktu’ itu sangat penting didalam kehidupan kita sebagai manusia. Dan setiap manusia diberikan Allah waktu yang sama, yakni dua puluh empat jam sehari. Tidak ada yang beroleh lebih atau kurang dari itu.

 

Untuk seseorang itu dapat mencapai kepada goal didalam hidupnya maka ‘waktu’ merupakan peranan yang sangat penting.

 

Orang yang tidak tahu mempergunakan waktu didalam hidupnya pada umumnya, menurut penelitian, adalah orang yang tidak mempunyai keteraturan didalam hidupnya. Dan akibatnya didalam hidup orang tersebut dapat mempengaruhi seperti,

 

·        Hubungannya dengan Tuhan

contoh:

 

·        Hubungannya dengan pekerjaan atau kuliah

contoh:

 

·        Hubungannya dengan dirinya sendiri

contoh:

 

 

Waktu dan uang

Cara mengatur waktu itu sebenarnya sama dengan cara mengatur uang. Pada umumnya apabila seseorang itu dapat mengatur pengeluaran uangnya dengan baik, ia juga dapat mengatur waktunya dengan baik. Perbedaannya adalah kalau uang dapat kita timbun sedangkan waktu harus dimanfaatkan. Uang kalau habis dapat dicari sedangkan waktu yang telah habis tidak dapat dicari lagi.

 

Prioritas

Didalam kita mempergunakan waktu kita harus bersandar kepada ’prioritas’.

Ketika Yesus memutuskan untuk pergi ke Yarusalem supaya dapat menghadiri hari raya paskah orang Yahudi,  ditengah jalan Ia bertemu dengan seorang  buta yang bernama, Bartimeus. Ketika Bartimeus mendengar Yesus bersama dengan muridNya lewat maka ia berteriak untuk meminta supaya Yesus berhenti dan menjamah dia supaya sembuh. Tetapi diantara murid Yesus sendiri ada yang menghalangi Yesus supaya berhenti untuk menyembuhkan  Bartimeus. Lalu Yesus berhenti dan menyuruh orang supaya membawa Bartimeus kepadaNya. Kemudian Yesus melanjutkan perjalananNya menuju ke Yarusalem. Dan  setelah Ia melewati sebuah kota yang bernama Yerikho, maka Yesus menemukan seorang yang bernama, Zakheus. Lalu Ia memutuskan untuk tinggal bermalam di rumah Zakheus.

Dari kejadian ini dapat kita simpulkan bahwa Yesus dapat membedakan antara yang ‘harus’ Ia kerjakan dengan yang  ‘ingin’ Ia kerja.

Jadi Yesus ingin berada di Yarusalem pada waktu hari raya paskah orang Yahudi, tetapi dalam perjalananNya menuju kesana Ia harus melayani dan menyembuhkan orang sakit. Yesus tahu misi utamaNya.

 

Jadi didalam menggunakan waktu kita harus punya prioritas. Yang mana ‘harus’ dilakukan dan yang mana ‘ingin’ kita lakukan. Waktu itu jangan di tunda.

 

 

3. Commitment

 

“Tetapi mereka tidak dapat membawanya (orang lumpuh ini) kepadaNya (Yesus) karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang diatasNya (tepat dimana Tuhan Yesus sedang berdiri)”  (Mark. 2: 4a).

 

Dari ayat ini jelas kita ketahui bahwa keempat orang ini telah ‘bertekat bulat’ supaya orang lumpuh ini sembuh. Kalau tidak, kenapa mereka telah memilih untuk naik keatap rumah dan membongkarnya. Jadi tanpa suatu ‘tekat yang bulat’ atau ‘commitment’, orang yang lumpuh ini tidak akan sampai kepada Yesus.

 

Commitment adalah salah satu faktor yang sangat penting supaya kita dapat mencapai kepada goal kita.

 

Defenisi dari commitment adalah ‘usaha untuk mempengaruhi masa mendatang dengan mengikatkan diri kita kepada seseorang atau sesuatu’ (Margaret A. Farley, “Personal Commitments”, pag.12 ).

contoh:

Supaya kita beroleh kehidupan yang kekal dimasa mendatang, maka kita harus mengikatkan diri kita kepada Tuhan dengan jalan menerima Yesus sebagai Juruslamat pribadi dan kemudian dibaptis. Itulah commitment.

 

Sebagai mahasiswa, supaya kita dapat beroleh sarjana penuh, maka kita harus mengikatkan diri kita kepada jurusan yang kita mau ambil dengan jalan menghadiri semua mata pelajaran kuliah, lalu mengerjakan semua tugas- tugas atau project  dan kemudian kita belajar dengan sungguh- sungguh dari semua subject yang akan diuji, supaya lulus. Itulah yang disebut commitment.

 

Orang yang selalu gagal dalam hidup- atau studinya adalah orang yang tidak mempunyai commiment dalam hidupnya.

 

Pepatah orang sukses,  ‘orang- orang yang sukses berdisiplin; orang- orang yang gagal menurut kehendak hati’.

 

 

4. Berani membayar harganya

 

“Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepadaNya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang diatasNya”  (Mark. 2: 4a) .

 

Disini telah dijelaskan,  bahwa ketika keempat orang ini melihat jalan buntu, maka mereka  berempat sampai kepada suatu keputusan untuk membuka atap rumah orang. ( Jelaskan keadaan rumah mereka pada zaman itu !)

Dengan kata lain keempat orang ini telah berani untuk mengambil suatu resiko bersama :

 

·        tidak takut untuk ditegor dihadapan orang banyak.

contoh:

 

·        tidak takut untuk  dimarahi dan dipermalukan dimuka orang banyak.

contoh:

 

·        tidak takut untuk ditolak oleh orang banyak bahkan olehYesus.

contoh:

 

·        tidak takut untuk jatuh kebawa.

contoh:

 

·        tidak takut untuk membayar ongkos perbaikan atap rumah tersebut.

contoh:

 

 

Jadi untuk seseorang itu dapat sampai kepada goalnya, maka ia harus berani membayar harganya atau berani mengambil  segala resiko didalam keputusannya.

 

Pepatah orang yang sukses,

‘orang- orang yang sukses menghadapi masalah sebagai tantangan; orang- orang yang gagal menghadapi masalah sebagai beban.’

‘orang- orang yang sukses berpendirian teguh; orang- orang yang gagal mudah goyah.’

 

Orang yang tidak berani mengambil resiko didalam keputusannya adalah orang yang tidak akan berhasil dalam hidupnya.

 

 

5. Bekerja sama satu sama lain

 

Sesudah terbuka (atap rumah tersebut) mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring”  (Mark. 2: 4b).

 

Setelah keempat orang ini membongkar atap rumah maka mereka harus menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Dan supaya orang lumpuh ini dapat sampai kebawah  dalam keadaan tetap terbaring diatas tilamnya, maka dibutuhkan ‘kerja sama’ yang baik diantara keempat orang ini.

 

Kerja sama ini antara lain adalah, seperti

 

·        Komunikasi

contoh:

 

·        Kerendahan hati

contoh:

 

·        Keinginan untuk bertanya

contoh:

 

Jadi untuk seseorang itu dapat sampai kepada goalnya, maka ia harus dapat bekerja sama dengan yang lain.

 

 

Konklusi: