Baptisan Roh Kudus

 

 

Pendahuluan

 

Pertanyaan secara umum:

  1. Apakah baptisan Roh Kudus itu?
  2. Apakah semua orang Kristen harus menerima baptisan Roh Kudus?
  3. Apakah tanda orang yang sudah dibaptis Roh Kudus ?
  4. Apakah tujuan kita menerima baptisan Roh Kudus itu?

 

Sebelum kita dapat menjawab pertanyaan- pertanyaan tersebut, mari kita melihat terlebih dahulu kepada firman Allah.

 

Setelah Tuhan Yesus bangkit dari kematianNya, maka Ia menampakkan diriNya kepada semua murid- muridNya. Hal itu terjadi secara berturut- turut selama empat puluh hari (Kis. 1: 3).

 

Dan pada hari yang ke-40, satu hari sebelum Tuhan Yesus kembali kesorga, Ia menampakkan diriNya kepada semua muridNya sekaligus. Pada waktu itu murid- muridNya berjumlah lebih dari 500 orang, termasuk ke-11 murid- muridNya (1Kor. 15: 3- 7). Kemudian Yesus menyampaikan pesan terakhir-Nya sebelum berpisah dengan murid-muridNya..............(Baca Lukas 24: 46 - 49!)

 

Dari Lukas 24: 46- 49  ini, kita beroleh dua points:

a. Yesus memerintahkan supaya murid- muridNya pergi keseluruh dunia untuk memberitakan Injil Kerajaan (ay. 47- 48),

b. Yesus memerintahkan supaya mereka jangan pergi dulu, tetapi tinggal di Yerusalem, supaya mereka menerima kuasa dari tempat tinggi (ay. 49).

 

Yang membinggungkan adalah disatu pihak mereka disuruh pergi dan dilain pihak mereka disuruh tunggu.

 

Ayat 49“Moreover, note well, I am sending upon you what my Father promised; but remain in the city until you are clothed with power from on high.”   (NIV)

 

Pada ayat 49 (serupa dengan Kisah para rasul 1:4) ini ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

·        note well,  disini menunjukkan bahwa Yesus mengatakan point yang paling penting dari segala yang telah Ia katakan.

·        What my Father promised,  yaitu Roh Kudus (lihat Yoh. 14)

·        Clothed with.....,  yang berarti bahwa kita harus diperlengkapi dengan otoritas supaya tanggung jawab yang diberikan kepada kita dapat terlaksana (ingat seorang raja yang mengenai baju kerajaannya)

  Jadi maksud perkataan Yesus tersebut adalah bahwa mereka tidak dapat melaksanakan penginjilan itu dengan kekuatan mereka sendiri. Tetapi mereka harus menunggu terlebih dahulu sampai kekuasaan dari tempat tinggi itu memperlengkapi mereka. Jadi mereka harus menerima kuasa terlebih dahulu sebelum mereka pergi memberitakan injil kerajaan.

 

Pertanyaan IBagaimana mereka menerima kuasa dari tempat tinggi ?

Jawab:  Kisah Rasul 1: 5, 8!

 

Jadi, mereka menerima kuasa dari tempat tinggi dengan jalan menerima baptisan Roh Kudus.

Yesus-lah yang memerintahkan supaya ‘semua’ orang percaya menerima kuasa dengan jalan menerima baptisan Roh Kudus. Jadi baptisan Roh Kudus itu bukan  dokrine (ajaran) dari aliran Pentakosta atau Karismatik. Baptisan Roh Kudus juga  bukan hanya milik orang- orang Pentakosta atau Karismatik.

Baptisan Roh Kudus adalah suatu saran yang Tuhan pakai supaya kita dapat diperlengkapi dengan kuasa, sehingga kita, didalam memberitakan Injil Kerajaan, tidak memakai kekuatan kita sendiri melainkan kekuatan dari Allah.

 

Bukti kuasa yang diterima oleh para murid:

Sebelum para murid menerima baptisan Roh Kudus atau diperlengkapi dengan kuasa, setiap kali mereka mengadakan pertemuan selalu diadakan ditempat yang tertutup. Mereka selalu hidup didalam ketakutan.

Tetapi setelah mereka menerima baptisan Roh Kudus, maka mereka menjadi berani. Mereka memberitakan Injil secara terang- terangan. Ingat Petrus ketangkap karena mereka sungguh berani didalam pemberitaan Injil. Mereka melakukan mujizat- mujizat: orang sakit sembuh, orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, dll.   

Inilah bukti bahwa mereka penuh dengan kuasa dan otoritas. Tanpa kuasa mereka tidak mempunyai keberanian didalam memberitakan Injil secara terang- terangan. Tanpa kuasa mereka tidak dapat melakukan mujizat yang luar biasa.

 

Pada waktu itu, Yesus telah berbicara kepada lebih 500 orang murid untuk mereka menantikan kuasa dari tempat tinggi itu. Tetapi pada hari Pentakosta, para murid yang telah hadir hanya 120 orang saja. Jadi hanya 120 orang saja yang telah menerima baptisan Roh Kudus.

 

Banyak golongan orang percaya yang menolak baptisan Roh Kudus. Baptisan Roh Kudus ini untuk semua orang percaya, tidak perduli dari denominasi  manapun. Bukan hanya untuk golongan Pentakosta dan Karismatik saja

Jadi baptisan Roh Kudus adalah suatu sarana bagi Allah untuk memperlengkapi  semua orang- orang percaya dengan kuasa.

 

Kesimpulan: Apabila seseorang menerima baptisan Roh Kudus, ia menerima kuasa dari tempat tinggi.

 

 

Pertanyaan II: Apakah yang terjadi pada waktu mereka dibaptis dengan Roh Kudus?

 

Jawab: Kisah Rasul 2: 4

Mereka penuh dengan Roh Kudus. Akibat kepenuhan dengan Roh Kudus maka mereka mulai berkata- kata dalam bahasa- bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Dengan kata lain mereka menerima salah satu dari karunia- karunia roh. Yaitu bahasa roh. Jadi salah satu tanda bagi orang yang telah menerima baptisan Roh Kudus adalah berbicara dengan bahasa roh. Bahasa roh itu bukan dari Setan melainkan dari Allah sendiri sekalipun Iblis bisa meniru!

 

Pertanyaan III: Apakah setiap orang yang dibaptis Roh Kudus itu selalu berbahasa roh?

 

Jawab: Kisah Rasul 2: 4; 10: 44- 46; 19: 1-7

 

Alkitab khususnya kitab Kisah Rasul mencatat ada 5 peristiwa baptisan Roh kudus. Tiga diantaranya mencatat bahwa semua orang-orang yang dibaptis Roh Kudus langsung berbahasa roh. Ketiga peristiwa itu adalah:

  1. Pentakosta (Kis. 2: 4)
  2. Petrus dan Kornelius (Kis. 10: 44- 46)
  3. Paulus di Efesus (Kis. 19: 1-7)

 

Sedangkan 2 peristiwa lainnya tidak dicatat apakah orang-orang penuh Roh Kudus itu langsung berbahasa roh atau tidak. Kedua peristiwa itu adalah:

 

  1. Petrus dan Yohanes di Samaria (Kis. 8: 15- 19)

Sekalipun tidak disebut, tetapi kita bisa mengambil kesimpulan bahwa ada tanda yang bisa dilihat dengan mata pada saat baptisan Roh Kudus sehingga Simon si penyihir ingin bisa membeli kuasa itu dari para rasul.

 

  1. Pertobatan Saulus (Kis. 9: 17-18)

Sekalipun tidak dicatat apakah Paulus langsung berbahasa roh atau tidak, tetapi Alkitab jelas mencatat dalam 1 Korintus 14: 18 bahwa Paulus sendiri berbahasa roh.

 

Kesimpulan: Setiap orang yang dibaptis Roh Kudus itu berbahasa roh.

 

Pertanyaan IV:  Kenapa Allah memberikan kepada kita bahasa roh ?

 

  1. Allah berbicara kepada umatNya untuk membangun umatNya. Umumnya bahasa roh ini disertai dengan penafsiran (1 Kor. 12: 10).

 

  1. Cara dimana kita berdoa kepada Allah secara rahasia (1 Kor. 14: 2).

Jadi apabila kita berbahasa roh kita tidak berbicara kepada diri kita sendiri, melainkan kepada Allah. Karunia ini diberikan supaya kita dapat berdoa kepada Tuhan secara rahasia. Kita tidak dapat mengerti,  tetapi Allah dapat mengerti.

(Hal- hal yang rahasia/ tersembunyi ialah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal- hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan anak- anak kita sampai selama- lamanya,.....Ul.29: 29).

 

Berdoa didalam bahasa roh adalah sangat penting dan powerful sekali, karena sering sekali kita tidak tahu untuk berdoa. Roh Kudus sendiri akan berdoa untuk kita melalui kita. Itulah gunanya berbahsa roh (Roma 8: 26- 28)

 

  1. Untuk membangun diri kita sendiri (1 Kor. 14: 4)

Apa maksudnya dengan  membangun diri kita sendiri? Artinya menguatkan diri kita sendiri. Amsal 24: 10, “Jikalau engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.”

Sering apabila kita sedang menghadapi masalah kita menjadi lemah. Kemudian kita tidak dapat berdoa lagi. Disini bahasa roh dapat membantu kita supaya kita dapat berdoa dan membangun diri kita sendiri. Apabila kita sedang didalam peperangan rohani, tetapi secara mental kita sudah lemah, maka bahasa roh dapat menolong kita untuk membangun kembali kekuatan kita.

 

 

Pertanyaan V:  Apakah bahasa roh dapat dinyanyikan?

 

Jawab: 1 Kor. 14: 15!

 

Bahasa roh merupakan suatu sarana untuk memuji Tuhan dimana bahasa roh itu bisa dinyanyikan.

 

Pertanyaan VI: Bagaimana cara menerima Baptisan Roh Kudus ?

 

Jawab:

 

Alkitab mencatat bahwa semua orang yang menerima Roh Kudus ada yang melalui penumpangan tangan dan ada yang dengan jalan berdoa sendiri. Tetapi secara umum, orang menerima baptisan Roh Kudus karena:

a. Kerinduan  (Mat. 5: 6, Yer. 29: 13)

b. Percaya akan janji Allah  (Mark. 11: 24)

c. Minta kepada Bapa  (Luk. 11: 13b)

d. Bertindak dengan iman  (Yak. 2: 17)

 

 

Konklusi:

Berkata-kata dengan bahasa roh adalah kemampuan yang Roh Kudus berikan kepada orang percaya untuk mengucapkan kata-kata dalam bahasa yang tidak diketahui.

Walaupun kita percaya berkata-kata dalam bahasa roh adalah tanda baptisan Roh Kudus, kita tidak menganggap itu sebagai tanda kedewasaan yang terjadi saat itu juga.

Tidak semua orang Kristen tentunya berbahasa roh, karena berkata-kata dalam bahasa roh bukan satu-satunya tanda kepenuhan Roh Kudus. Tentunya kita tidak boleh membedakan antara first-class dan second –class Kristen, sehubungan bahasa roh bukan merupakan salah satu karunia yang paling penting.

Berdoa dalam roh (baik dalam bentuk syafaat maupun sebagai ekspresi pujian dan penyembahan) harus menjadi bagian dalam kehidupan mereka yang sudah menerima bahasa roh. Karakter-karakter seperti kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran iman dll. harus nyata dalam orang percaya yang penuh dengan Roh Kudus. Setelah dibaptis Roh Kudus, buah roh harus bertumbuh bersamaan dengan pelayanan.