ALLAH ADALAH PERISAIKU
(God is my shield)
Pendahuluan
George Douglas McArthur, “ There is no security on this earth. There is only the opportunity”.
Tetapi lain halnya dengan Abraham dan keturunannya. Abraham memiliki suatu kesempatan dan sekaligus security.
Baca Kejadian 15: 1 !!
Di dalam Kejadian fasal 15 ini, Abram memiliki tiga (3) prihatin yang sangat besar, yaitu:
1. Keamanannya (his safety) ==> Kej. 15 : 1
2. Keturunannya (his heir) ==> Kej. 15 : 2-6
3. Negerinya (his land) ==> Kej. 15 : 7-21
Sekarang ini kita mau melihat mengenai bagian pertama yaitu, keamanannya (his safety). Allah adalah perisaiku.
Di dalam Kejadian 15:1 ini, diawali dengan kata "sesudah itu" (after these things), yang mana kalimat ini memberitahukan bahwa (sebelum Allah datang dan berfirman kepada Abram) ada peristiwa yang mendahuluinya. Peristiwa apakah itu ?
Kalau kita kembali kepada fasal 14, disitu di jelaskan bahwa kota Sodom, dimana Lot (anak saudara Abram) bersama dengan keluarganya tinggal, di perangi oleh empat (4) raja dari negeri bagian barat dibawa pimpinan raja Kedorloamer. Setelah didengar oleh Abram bahwa kota Sodom dan Gomora telah jatuh ke tangan raja Kedorloamer dan segala harta benda, bahan makanan dari kota Sodom dan Gomora dirampas oleh musuh, maka Abram mengirim pasukan special komandonya, yakni orang-orang yang terlatih dalam perang, sebanyak tiga ratus delapan belas orang untuk merebut kembali segala yang telah jatuh ke tangan musuh (raja Kedorloamer). Juga Lot beserta harta bendanya.
Setelah Abram beserta ketiga ratus delapan belas special komandonya berhasil mengalahkan raja Kedorloamer dan para raja yang bersama-sama dengannya, dan membawa kembali harta benda, bahan makanan dan Lot beserta seluruh harta bendanya maka kembalilah Abram ke rumahnya.
Tetapi pada malam itu, setelah ia membaringkan tubuhnya, ia tidak bisa tidur. Abram mulai “merasa takut”.
Didalam ceritera ini, Kejadian 15 : 1, kita dapat belajar satu hal, yaitu dimana "seseorang yang mempunyai iman adalah seseorang yang mempunyai perasaan (emosi) juga" (people with faith are also people with feelings).
Manusia itu terdiri dari 3-bagian yaitu: tubuh, jiwa dan roh ( I Tess. 5 : 23 ). Kemudian di dalam jiwa kita terdiri dari 3-bagian lagi yaitu: pikiran, keinginan dan perasaan (feeling atau emotion). Jadi sebagai manusia yang normal kita mempunyai pikiran, keinginan, dan emosi.
Seseorang yang selalu mengurangi emosinya, akan mendapatkan dirinya didalam posisi yang tidak seimbang. Karena emosi adalah bagian dari keseimbangan dalam jiwa manusia. Demikian juga, apabila seseorang itu terlalu bersandar dengan emosinya, maka ia akan mendapatkan dirinya didalam posisi yang tidak seimbang. Karena pikiran kita tidak dapat digantikan oleh emosi kita.
Tuhan Yesus adalah manusia dan Allah. Sebagai manusia, Tuhan Yesus mempunyai emosi seperti kita. Dia pernah mengalami rasa takut, ketika Ia sedang berada di taman Getsemani (Lukas 22: 43- 44).
Kenapa Abram mempunyai rasa takut setelah ia memenangkan pertempuran ?
Suatu kali nabi Elia berdiri di atas gunung Karmel dan berdoa supaya api datang dari Surga untuk membakar korban persembahannya. Setelah ia dapat membuktikan kepada Ahab dan orang-orang Israel bahwa Allah menyertai dia dan membunuh sebanyak empat ratus lima puluh nabi-nabi Baal maka ia melarikan diri ke padang gurun. Karena didengarnya kabar bahwa Izebel, istri Ahab, akan membunuhnya. Elia mengalami suatu "pergolakan emosi" setelah ia menghadapi kemenangan besar. Ia merasa takut setelah menghadapi suatu kemenangan. Beware of success !!
(Baca I Raja-raja 18 : 16 s/d 19 : 1 - 8).
Hal yang sama terjadi kepada Abraham. Setelah Abram bersama-sama dengan special komandonya mengalahkan raja Kedorloamer, malamnya ia mulai sadar bahwa dirinya sedang dalam bahaya besar. Karena raja Kedorloamer adalah raja yang terkuat pada zaman itu. Sedangkan Abram hanya mempunyai tiga ratus delapan belas orang.
Kita tentu dapat mengerti apa yang sedang digumulkan oleh Abram: "Jangan-jangan raja Kedorloamer itu kembali lagi mengadakan pembalasan. Dan kalau itu terjadi, apa yang harus saya lakukan?" Ketakutan mulai masuk kedalam hati Abram.
Dan pada waktu itu, Allah tahu bahwa Abram sedang dalam suatu pergumulan.
Didalam Kejadian 15 : 1 ini ada ‘dua’ hal yang istimewa:
1. Inilah yang pertama sekali didalam Alkitab kita mendapatkan kalimat yang mengatakan "datanglah Firman Tuhan" .
2. Inilah Firman Allah untuk pertama sekalinya yang mengatakan "Janganlah takut" kepada manusia (Alkitab menyebut kata "Jangan takut" sebanyak 365 kali).
Jadi Allah datang kepada Abraham dengan suatu janji untuk melindungi dia. Janji yang sama Allah berikan kepada kita keturunan Abraham, yaitu kita yang sudah dibeli dengan darah Yesus.
Ada empat janji Allah "sebagai perisai" bagi orang yang percaya kepadaNya :
I. Janji Allah "sebagai perisai" terhadap musuh-musuh kita
Contoh:
a. Daud (2 Sam. 22: 2- 3)
b. Sadrakh, Mesakh dan Abednego (Dan. 3)
c. Daniel (Dan. 6)
d. Pengalaman pribadi
Baca Ibrani 13: 6 !
Jadi Allah merupakan perisai bagi kita terhadap musuh-musuh kita.
II. Janji Allah "sebagai perisai" terhadap serangan Iblis
Contoh:
a. Ayub (Ayub 1: 9, 10)
Kita sebenarnya tidak berbeda dengan Ayub. Hanya Ayub melebihi kita didalam karakternya. Sebagaimana Iblis ingin menghancurkan hidup Ayub, demikian juga Iblis mau menghancurkan hidup kita. Christian living is war ( 2Petrus 5: 8 !). Tidak satupun yang Iblis dapat lakukan bagi hidup kita kalau itu tidak seizin dari Allah (Yohanes 19: 11 !).
b. Petrus (Lukas 22: 31- 32)
c. Pengalaman pribadi
· ekonomi orang tua
· kesehatan
· kuliah
III. Janji Allah "sebagai perisai" terhadap pencobaan
Contoh:
a. Tuhan Yesus (Matius 4: 1- 11)
b. Yusuf (Kejadian 39: 1- 23)
Baca I Kor. 10: 13 !
Dari ayat ini ada dua (2) hal yang perlu diketahui:
Allah tidak pernah memberikan / mendatangkan suatu pencobaan kepada kita melebihi dari apa yang dapat kita tanggung atau Allah tidak pernah memberikan suatu pencobaan kepada kita yang sama sekali kita tidak dapat atasi.
Allah selalu memberikan jalan keluar dari semua pencobaan yang datang kepada kita.
Yang selalu menjadi masalah bagi kita adalah kebanyakan dari kita sedang diperhadapi dengan suatu pencobaan, bukannya berusaha mencari jalan keluar, melainkan terus menjadi merasa tertarik dengan pencobaan itu, seumpamanya:
a. Berbohong
contoh:
b. Sex
contoh:
Jadi Allah merupakan perisai bagi kita terhadap pencobaan.
IV. Janji Allah "sebagai perisai" terhadap kepahitan
Contoh:
a. Yusuf (Kejadian 50: 15 - 21)
Yusuf sebenarnya telah mengalami tiga (3) bentuk kekecewaan:
Ia dibenci dan dimusuhi oleh saudara-saudaranya sendiri tanpa sebab.
Ia difitnah oleh istri Potifar
Ia dilupakan oleh tukang / juru minum sewaktu di penjara.
b. Corrie Ten Boom
c. David Rothenberg
Story:
A woman and her husband had been missionaries to Pakistan. After their leaving to Pakistan they settled in Portsmouth, Virginia. One day, a gang of youth led by a fourteen and a seventeen-year-old attack their young son. The boy was struck about the face and neck with a nail-studded rope and was left ninety percent blinded in his left eye and with no central vision in his right eye. In time, the boys involved were tried and sentenced by the court. Through out the cause of the trial, the parents of the injured boy refused to give way to bitterness or to indulge their feelings of disappointment. They gave a christian witness to the offenders. The mother told the newspapers, "If necessary, we can live with a physical handicap, but we can't live with bitterness." Through such suffering she trusted the Lord to spread the Gospel.
d. Pengalaman pribadi
Allah bukan hanya merupakan perisai bagi kita terhadap musuh-musuh kita, terhadap serangan Iblis, terhadap pencobaan, melainkan juga merupakan perisai bagi kita terhadap kepahitan.
Konklusi:
Sebagai orang Kristen kita mempunyai suatu kesempatan dan sekaligus security. Hal itu hanya di dalam Tuhan Yesus.