Allah  Dan  Tentara  Gideon   (3- Tests)

 

Pendahuluan

 

Latar Belakang

Israel telah melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Sebab itu Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya. Ketika orang Israel berseru kepada Tuhan karena orang Midian, maka pada tahun ke delapan Tuhan melepaskan mereka, di bawa pimpinan Gideon.

Bangsa Israel sedang di kepung oleh bangsa Midian, Amalek dan orang-orang dari sebelah Timur yang semuanya berjumlah 135.000 orang.

 

Baca Hakim-Hakim 7: 1- 8 !

 

Illustrasi: Film Shaolin

 

Dari perikop ini kita sampai kepada suatu kesimpulan bahwa ada tiga cara di dalam Allah mentest seseorang:

 

I. Allah mentest seseorang dengan cara yang sederhana (It was a simple test)

Baca ayat 2, 3 !

Berfirmanlah Tuhan kepada Gideon: ” Terlalu banyak rakyat yang bersama- sama dengan engkau itu daripada yang  Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka. Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pengunungan Gilead. “ Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu (semula mereka berjumlah 32.000 orang) dan tinggalah sepuluh ribu orang.

 

Bertolak dari ke dua ayat ini, kita sampai kepada suatu kesimpulan bahwa cara Tuhan menyaring pasukan tentara Gideon, sangat sederhana sekali.

 

Jadi, kesimpulan kita adalah bahwa apabila Allah mentest seseorang, Allah selalu memakai suatu metode yang sederhana.

 

Aplikasi:

Allah selalu mulai dari hati kita: ”Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pengunungan Gilead” (ay. 3).

Amsal 16: 2,  “Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.”  (But the Lord weighs the spirits, NKJV)

Baca 1 Samuel 16: 7 !

II. Allah mentest seseorang secara rahasia (It was a secret test)

Baca ayat 4 !

Tetapi Tuhan berfirman kepada Gideon: “Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana.”

 

Ketika Gideon menyuruh para pasukannya, yang berjumlah 10.000 orang,  pergi ke mata air untuk minum,  mereka ini tidak tahu sama sekali bahwa mereka sedang  menjalani suatu test. Bahkan Gideon sendiri pun tidak tahu yang mana yang akan Allah pilih: “ Mereka yang minum dengan jalan menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya atau dengan jalan menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat.”  

 

Bertolak dari ayat 4 ini, kita sampai kepada suatu kesimpulan bahwa cara Tuhan menyaring pasukan tentara Gideon, sangat rahasia.

 

Jadi, kesimpulan kita adalah bahwa apabila Allah mentest seseorang, Allah selalu merahasiakan.

 

Aplikasi:

- Pelayanan yang tidak kelihatan

- Persepuluhan

 

 

III.  Allah mentest seseorang secara istimewa (It was a significant test)

Baca ayat 5, 6 !

Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah Tuhan kepadanya: “Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kau kumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum.” Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.

 

Air merupakan suatu kebutuhan pokok dari setiap orang. Apalagi ketika kita sedang haus.

Jadi, bertolak dari cara mereka minum air di mata air itu, dari segi pandangan Allah, dapat menentukan sikap mereka terhadap musuh. Ingat bahwa mata air tersebut letaknya di lembah dan kelihatan sangat jelas dari tempat persembunyian musuh, di bukit More.  Yang menghirup air dengan berlutut, sebenarnya mereka tidak sepenuhnya berfokus kepada musuh, melainkan hanya kepada kebutuhan mereka. Jadi ketika rasa lapar atau haus timbul, mereka sudah tidak lagi memikirkan musuh mereka.

Jadi yang 9700, ternyata mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka tidak menyadari bahwa apabila mereka minum dengan cara berlutut, musuh dapat menyerang mereka dengan mudah

Tetapi yang 300- tentara lainnya, memiliki cara minum yang berbeda. Bertolak dari cara minum mereka, yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, dari pandangan Allah, bahwa mereka selalu waspada dan berjaga terhadap musuh, dalam setiap saat. Walaupun mereka  haus tetapi mereka masih dapat mengontrol diri mereka.

 

Jadi, kesimpulan kita adalah bahwa apabila Allah mentest seseorang, Allah  memakai suatu cara yang istimewa.

 

Aplikasi:

Allah melihat kesungguhan hati kita.

Banyak orang Kristen yang mau melayani Tuhan tetapi tidak dengan sungguh- sungguh.

contoh:

- tidak datang ke gereja apabila ada assignments

- tidak melayani Tuhan lagi, karena  tidak di beri posisi

- tidak ke gereja lagi, karena merasa tertolak.

 

Kesimpulan:

1. Ada sejumlah 32.000 orang yang faithful  ingin ikut serta berperang.

2. Ada 10.000 diantara mereka yang faithful dan tidak takut. Mereka percaya bahwa Allah itu  besar dan dashyat.

3. Tetapi hanya 300 orang saja yang ternyata faithful, tidak takut dan yang sungguh- sungguh  untuk maju berperang.

 

Dari 32.000 pasukan Gideon, Allah hanya memilih 300 orang saja (kurang dari 1%). Banyangkan 300 orang melawan 135.000 tentara, yang berarti 1 banding 450. Tetapi Allah lebih memilih 300 tentara yang sungguh- sungguh dari pada 32.000 pasukan yang  hanya sekedar emosi saja.

Bertolak dari pristiwa ini, apabila Allah memilih seseorang, Allah selalu melihat kepada kesungguhan hati kita. Bukan berdasarkan emosi saja.

 

·        Banyak Kristen yang faithful, tetapi belum sungguh- sungguh

·        Banyak Kristen yang faithful, dan tidak takut, tetapi belum sungguh-sungguh

·        Sedikit Kristen yang faithful, tidak takut dan sungguh-sungguh.