Pendahuluan.
Baca Amsal 16: 25!
Ayat tersebut erat sekali hubungannya dengan pengambilan keputusan yang keliru.
Pada waktu pertama kali mengambil suatu keputusan, kelihatannya keputusan itu teramat baik. Tetapi setelah berjalan sekian lama, akhirnya diketahuilah bahwa keputusan yang diambil itu ternyata sangat keliru adanya. Banyak sekali anak muda yang kurang pengalaman dalam hidup telah mengambil jalan yang disangkanya lurus tetapi ujungnya ternyata maut. Namun kesalahan dalam pengambilan keputusan bukan hanya monopoli kaum muda saja. Orang-orang dewasapun banyak pula yang salah dalam mengambil keputusan yang akhirnya berakibat fatal.
Case Study: Keputusan Lot
Alkitab membrikan sebuah contoh yang sangat jelas mengenai jalan yang disangka lurus ini.
Baca Kejadian 13: 1- 13!
Lot adalah keponakan Abraham yang ikut menyertai pamannya keluar dari Ur- Kasdim.
Tuhan memberkati Abraham dan Lot secara luar biasa. Pada zaman dahulu patokan kekayaan adalah jumalh ternak yang semakin banyak. Ternak Abraham dan Lot tiap hari makin bertambah banyak jumahnya! Ternyata jumalh ternak Abraham dan Lot semakin banyak saja dari waktu ke waktu. Ini menandai berkat Tuhan atas paman dan keponakan ini.
Suatu kali, terjadilah perbantahan antara anak buah Abraham dan anak buah Lot dalam hal penggembalaan ternak- ternak mereka, Abraham meminta Lot untuk berpisah saja, supaya pertengkaran ini tidak semakin meruncing. Abraham memberikan kebebasan kepada Lot untuk memilih daerah yang mana yang ia sukai.
Dalam Kejadian 13: 10, dikatakan, bahwa Lot melyanagkan pandangannya kedaerah lembah Yordan yang subur dan segar, sebuah tempat yang tentunya sangat baik untuk mengembang biakkan ternak- ternaknya.
Lot akhirnya mengambil keuptusan untuk tinggal di daerah yang subur itu. Ia merasa bahwa jalan yang diambilnya itu adalah jalan yang lurus, jalan yang tepat, jalan yang baik. Ia tidak memperdulikan keberadaan kota Sodom yang penduduknya amat jahat (ayat13). Yang dilihat Lot hanyalah kesuburan dan keindahan daerah itu saja. Lot berjalan dengan penglihatannya (ilusi), bukan dengan iman (fakta).
Apa akibat dari keputusan Lot?
Sepintas kilas, keputusan itu memang masuk akal dan jalannya benar- benar lurus. Ia makin kaya dan makmur secara jasmaniah. Tetapi Alkitab mejelaskan bahwa jalan yang disangka lurus ternyata ujungnya membawa maut. Dengan kata lain, apa yang Lot pandang baik, pada akhirnya tidak demikian:
· Lot mengalami peperangan yang dahsyat (Kej. 14: 1- 11)
· Lot serta segala harta bendanya diculik dan dirampas, terpaksalah Abraham kerja keras untuk membebaskan Lot (Kej.14: 12)
· Lot mengalami tekanan hebat dan di-olok-olok dari penduduk Sodom (2Pet. 2: 7- 8)
· Istri Lot mati waktu lari dari Sodom (Kej. 19: 17, 26)
· Lot bersetubuh dengan anak- anak perempuannya sendiri (Kej. 19: 30 –36)
Semuanya membuat kehidupan Lot yang tadinya kaya-raya dan sejahtera menjadi amburadul tak keruan. Lot tadinya menyangka bahwa jalan yang dimabilnya itu lurus dan enak, ia tidak menyangka sama sekali bahwa jalan yang ditempuhnya itu ternyata menuju ke neraka.
Aplikasi:
Dalam kehidupan kita diakhir zaman ini penting sekali bagi kita semua untuk berhati- hati memilih jalan. Jangan sampai pengalaman pahit dari Lot akan menimpa hidup kita.
Ada empat
bidang kehidupan yang harus kita perhatikan baik- baik:
Lot melakukan pilihan yang salah dalam hal tempat tinggalnya. Ia memilih tinggal di Sodom, lalu membina kariernya dikota yang penuh kejahatan itu. Mula- mula tampak enak dan baik- baik saja, tetapi lama kelamaan seluruh hidupnya hancur berantakan tidak karuan. Pada zaman sekarang ini banyak sekali tempat-tempat yang dapat dikategorikan sebagai Sodom dan Gomora modern. Sebagai orang beriman kita harus berhati-hati supaya jangan sampai kita silau melihat gemerlapan dunia, lalu tinggal dan bekerja ditempat yang salah.
Kaum muda umumnya jatuh dalam hal ini. Karena perasaan mereka masih sangat kuat sekali, tanpa berpikir panjang mereka mengambil jalan yang disangka lurus, nayman, bahagia, tetapi akhirnya menuju maut! Ketika nasi telah menjadi bubur, barulah mata mereka terbuka alangkah salahnya pilihan mereka itu.
III. Pilihan teman bergaul
Anak sulung raja Daud memiliki seorang teman akrab yang bernama Yonadab. Ternyata Yonadab ini bukanlah sahabat yang baik, tetapi pribadi yang suka sekali melihat kehancuran Amnon.
Baca 2 Sam. 13: Suatu kali Yonadab memberikan akal licik kepada Amnon yang lugu untuk memperkosa Tamar, adik tiri Amnon. Akhirnya Amnon sendiripun di bunuh oleh Absalom, kakaknya Tamar.
Baca 1 Kor. 15: 33!
IV. Pilihan …………………
Apa yang harus diperbuat apabila sudah terlanjur memilih satu jalan yang disangkah benar ternyata salah.
Belajar dari pengalaman Lot
Lot mendengarkan perintah daripada kedua malaikat Tuhan:
A. Lot meninggalkan Sodom dan Gomora (Kej. 19: 12- 16)
Dia keluar dari situasi yang keliru. Jangan tinggal terus disitu.
Aplikasi:
B. Lot tidak melihat lagi kebelakang (Kej. 19: 17- 26)
Lot pergi meninggalkan Sodom dan Gomora, bersama- sama keluarganya. Tetapi istrinya menjadi tiang garam, karean tidak mentaati perintah Tuhan. Istri Lot menoleh kebelakang.
Aplikasi:
Konklusi: