Cara Menghadapi Suasana Yang Panas
Pendahuluan.
Baca 1 Samuel 25: 12 - 35
Pada suatu hari Daud bersama dengan orang- orang yang menjadi pengikutnya, yang sedang dalam pengejaran Saul, sampai kepada suatu tempat di padang gurun Paran. Agaknya mereka mengalami kekurangan persediaan bahan makanan. Kebetulan mereka mendengar bahwa Nabal sedang mengadakan pengguntingan bulu domba di Karmel. Sudah menjadi kebiasaan pada waktu itu bahwa saat pengguntingan bulu domba besar- besaran merupakan suatu hari istimewa sehingga di adakan pesta. Daud mengirimkan 10 pengikutnya kepada Nabal untuk menceriterakan bagaimana mereka bergaul dengan para gembala Nabal dengan damai dan bahkan menjaga mereka dari ancaman- ancaman. Untuk itu, kiranya supaya kepada mereka di berikan apa yang ada pada Nabal, yaitu makanan dan minuman.
Namun Nabal menjawab dengan ketus bahkan tidak mengakui mengenal Daud. Lebih daripada itu Nabal malah mengatakan bahwa saat itu banyak hamba- hamba yang lari dari tuannya, dan mungkin saja Daud adalah salah seorang seperti itu. Ini menunjukkan suatu penghinaan yang besar bagi Daud dan pengikutnya, sebab jelas Nabal sudah mengenal Daud, orang yang diurapi sebagai pengganti Saul, raja Israel itu. Mendengar perlakuan dan jawaban Nabal itu, marahlah Daud, lalu ia dan orang- orangnya mendatangi Nabal dengan pedang terhunus dengan tujuan untuk menumpas Nabal sekeluarga dan orang-orangnya. Pada saat itu Abigail menunjukkan kemampuannya yang luar biasa untuk meredam kemarahan Daud dan orang- orangnya.
Ada empat sifat yang dimiliki Nabal:
1. Dia seorang yang bebal
2. Dia seorang yang kikir
3. Dia seorang yang suka menghina orang lain
4. Dia seorang yang tidak tahu berterima kasih
Dalam pristiwa ini, kita dapat belajar empat cara yang dilakukan oleh Abigail dalam menyelesaikan suatu masalah:
I. Ia percaya sepenuhnya akan pemeliharaan Tuhan (ay. 31)
Menghadapi situasi panas semacam itu, Abigail tetap percaya kepada pemeliharaan Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhan mampu berbuat baik terhadap diri dan keluarganya.
Karena Abigail memiliki iman kepada pemeliharaan Tuhan inilah, maka ia dapat tampil tenang.
Maka dari itu, salah satu sikap yang penting dalam menyelesaikan suatu masalah atau menghadapi kemarahan orang atau menghadapi suasana yang panas ialah bersikap tenang. Hal ini hanya bisa kita alami apabila kita percaya sepenuhnya akan pemeliharaan Allah atas hidup kita.
illustrasi: Abraham dan Lot (Baca Kejadian 13: 1- 11)
Ketika terjadi perselisihan antara para gembala Lot dan para gembala Abraham, maka Abraham dengan bersikap tenang memutuskan untuk berpisah dengan Lot. Ia meminta Lot untuk memilih terlebih dahulu. Kenapa demikian? Karena Abraham percaya sepenuhnya akan pemeliharaan Tuhan atas hidupnya.
Aplikasi:
Selama kita hidup di dunia ini, masalah itu selalu ada.
contoh:
· Tonny meminjamkan uang yang kemudian tidak di kembalikan
· partner berdagang (Tom & Jim)
II. Bersedia merendahkan diri (ay. 23, 25, 28)
Meskipun Abigail adalah istri seorang yang amat kaya pada zaman itu, ia bersedia merendahkan diri secara nyata di hadapan Daud dan pengikutnya. Kerendahan dirinya di tunjukkan dengan cara:
· sujud menyembah dihadapan Daud dengan muka sampai ketanah (ay. 23)
· mengakui kekurangan yang diperbuat Nabal sendiri (ay. 25)
· memohon ampun atas kesalahan yang diperbuat Nabal (ay. 28)
· mengakui kebenaran Daud (ay. 29- 31)
Cara kedua untuk menyelesaikan suatu masalah atau meredakan suatu ketegangan ialah bersikap rendah hati, memohon maaf serta mengakui kelebihan orang lain.
illustrasi: raja Saul (Baca 1Samuel 15: 20- 28)
Saul adalah seorang raja yang tidak pernah bersikap rendah hati. Dia selalu mencari kambing hitam untuk menghindari kesalahannya.
Aplikasi:
Kerendahan hati adalah lawan dari kesombongan.
contoh:
· Istri seorang pendeta di Ethopia
III. Berusaha mencari jalan damai- menghindari main hakim sendiri (ay. 26)
Sebagai seorang kaya pada zaman itu, tentu Nabal dan Abigail memiliki orang- orang yang bisa berperang. Namun Abigail tidak melawan kemarahan Daud dengan pedang atau kekerasan. Ia tidak ingin main hakim sendiri. Ia ingin menyerahkan masalah ini kepada Tuhan serta ingin mencari jalan damai dengan Daud.
Aplikasi:
Mencari jalan damai serta menghindari main hakim sendiri merupakan dua sikap yang sangat sulit di dunia ini. Ada orang melakukannya tetapi karena alasan taktik belaka, yaitu apabila merasa dirinya ‘bakal kalah’ ,tetapi pada saat merasa dirinya lebih kuat atau seimbang, maka mereka lebih senang memakai semboyan ‘mata ganti mata’, ‘gigi ganti gigi’. Sikap mencari jalan damai dan sikap yang lemah lembut di pandang bukan sikap jantan didunia ini.
contoh:
· The Pineapple Story
· Menyelesaikan masalah gereja IPC dengan tetangga
Tuhan Yesus pernah berkata: “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat. 5: 9).
IV. Bersedia mengikat persaudaraan dengan memanfaatkan mamon (ay. 18)
Abigail dan Nabal memiliki sifat yang berbeda sekali. Sang suami, lebih mencintai harta atau kekayaan, sedangkan sang istri lebih mencintai persahabatan.
Abigail memanfaatkan hartanya untuk menjalin perdamaian dengan Daud. Sebaliknya, Nabal membuat permusuhan dengan Daud sebab ia terlalu pelit, terlalu cinta hartanya.
illustrasi:
Salah satu berkat yang dibawa oleh mammon ialah kita dapat memanfaatkan untuk membeli persahabatan.
· Bendahara yang tidak jujur (Baca Lukas 16: 1- 9)
Aplikasi:
Memang persahabatan sejati tidak akan ditentukan oleh itu. Namun, ada saatnya kita menunjukkan persahabatan kita melalui pemberian- pemberian kita. Disinilah manfaat mammon itu.
contoh:
· Tetangga yang anaknya sakit
Konklusi:
Apapun masalah kita, semua dapat diselesaikan dengan empat cara ini.