3 Iman Yang Dimiliki Sadrakh, Mesakh dan Abednego
(Iman yang mengalahkan dunia)
Pendahuluan.
Tokoh iman, selain Abraham, adalah Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Mereka bertiga mempunyai suatu pengalaman iman yang sama. Mereka hidup di zaman yang sulit.
Raja Babel, Nebukadnezar menghancurkan Yerusalem dan membawa para pemuda dari golongan terpandang ke Babel untuk dididik dalam tradisi dan kebudayaan Babilonia. Untuk supaya mereka dapat melupakan tradisi dan kebudayaan mereka, maka strategy pertama adalah nama mereka diganti. Kedua adalah cara makan mereka diganti, dan yang ketiga adalah kepercayaan mereka diganti.
Baca Daniel 3: 1- 30!
Dari pristiwa ini kita dapat melihat 3 unsur iman yang dimiliki oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego, yaitu iman yang mengalah dunia:
I. Iman yang mampu menolak setiap bujukan
a. Bujukan pertama
Dalam Daniel 1: 6- 17, kita ketahui bahwa bujukan pertama datang kepada mereka dalam hal makanan. Mereka mau diberi makanan yang enak santapan raja. Memang sepintas enak, tetapi semuanya itu haram, menurut standard Perjanjian Lama dan juga biasanya sebelum di makan di persembahkan terlebih dahulu kepada berhala! Jelas, mereka menolak tegas untuk makan, walaupun dibujuk dengan sangat!
b. Bujukan kedua (ay. 12- 15)
Bujukan kedua datang dari sang raja sendiri untuk menyembah berhala yang berupa patung raja (Dan. 3: 13- 15). Bujukan kedua ini bukan main-main, tetapi disertai ancaman yang amat berat. Namun, sekalipun ancaman ini sangat berat, Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak mau menyerah. Mereka bertahan dengan iman yang kuat. Inilah iman yang mengalahkan dunia: mampu menolak setiap bujukan.
Dewasa ini pelbagai macam bujukan diajukan kepada orang yang beriman:
1. Bujukan berbuat dosa, dengan alasan orang lain juga berbuat begitu, jadi ya tidak apa-apa tokh? Lihat mayoritas yang berbuat, jadi jangan sampai ketinggalan zaman!
contoh:
· cabul, drug, dll.
· Pelajar puteri yang di tuduh mencuri
2. Bujukan untuk meninggalkan Tuhan, berpaling kepada yang lain.
contoh:
· Berhala, Wanita yang mencium gambar Yesus
Iman yang mengalahkan dunia adalah iman yang mampu menolak setiap bujukan.
II. Iman yang mampu berpaut kepada Tuhan, ada mujizat ataupun tidak ada mujizat
Baca ayat 17. Mereka berkata, “Kalau Allah melepaskan kami dari dapur api, ya puji Tuhan, tetapi kalau masuk api lalu terbakar hangus, ya tetap puji Tuhan !”
Ada mujizat atau tidak ada mujizat, imannya tetap kokoh. Mengapa?
2 Korintus 5: 7, “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.” Dewasa ini, banyak orang Kristen maunya cari yang aneh- aneh: memaksakan pengalaman yang aneh- aneh, kalau disuatu tempat tidak ada yang aneh katanya suam, lesu, lalu coba cari yang aneh ditempat lain.
Tuhan Yesus amat jelas mengatakan, “Berbahagialah mereka yang percaya walaupun tidak melihat” (Yoh. 20: 29).
Pengalaman rasul Yakobus, yang mati tanpa mujizat, tetapi sebaliknya Petrus diberi mujizat, lepas dari penjara (Kis. 12). Lihat Yohanes 5- yang sakit di kolam Betesda ada banyak sekali, tetapi Tuhan Yesus memilih hanya satu orang untuk mengalami mujizat. Nabi Habakuk mengalami pergumulan berat pada zamannya, tetapi ia masih bisa bersuka cita dalam Tuhan (Habakuk 3: 17- 18).
Kesimpulannya: Mujizat masih tetap berlangsung sampai kini, tetapi itu adalah kedaulatan Allah yang, mutlak !
Mujizat yang terbesar dalam hidup seseorang adalah:
· Orang yang diampuni dosa- dosanya, dan berhak masuk kesurga
· Orang yang dapat mengampuni musuhnya.
Iman yang Mengalahkan dunia adalah iman yang mampu berpaut kepada Tuhan sekalipun tidak ada mujizat.
III. Iman yang mampu melihat kepada masa yang kekal
Mengapa sadrakh, Mesakh dan Abednego begitu tegas sikapnya? Sebab mereka mempunyai iman yang mampu melihat kepada masa yang kekal.
Mereka tahu bahwa hidup di dunia ini sementara saja, sedangkan hidup yang kekal itu adalah sangat riil. Jadi, apa yang diperbuat sekarang dalam hidup didunia ini, haruslah merupakan persiapan untuk hidup yang kekal nanti!
Jangan menarukan seluruh harapan kita kepada materi atau kedudukan, melainkan kepada kekekalan. Segala sesuatu yang kita perbuat sekarang ini, akan membawa dampak untuk hidup yang kekal.
Banyak orang yang tidak akan masuk kedalam Sorga, karena dampak yang diperbuat selama dibumi ini. Baca Matius 7: 21- 23 !
contoh:
Iman yang mengalahkan dunia adalah iman yang mampu melihat kepada masa yang kekal.
Kesimpulan:
Zaman sekarang ini kita membutuhkan iman seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Situasi boleh berbeda tetapi unsur imannya tetap sama.